Premix dan Klasifikasinya


2021-06-22


Dalam dunia peternakan, premix dikenal sebagai bahan tambahan (imbuhan dan pelengkap) yang dicampurkan dalam ransum (pakan) untuk meningkatkan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Premix adalah campuran bahan-bahan yang diaduk terlebih dahulu (Pre-Mixing) sebelum dimasukkan ke dalam mixer utama. Asam amino, vitamin, dan mineral adalah beberapa nutrisi yang sering terkandung dalam premix.

 

Klasifikasi Premix

 

Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 1992 tentang obat hewan dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan premix adalah bahan pelengkap maupun imbuhan pakan yang dicampurkan ke dalam ransum ternak.

 

Menurut Keputusan Menteri Pertanian No. 240/Kpts OT.210/4/2003, imbuhan pakan (feed additive) didefinisikan sebagai suatu zat yang secara alami tidak terdapat dalam pakan, yang tujuan pemakaiannya terutama sebagai pemicu produksi ternak. Sedangkan pelengkap pakan (feed supplement) adalah suatu zat yang secara alami sudah terkandung dalam pakan, tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan dengan menambahkannya dalam pakan.

 

Premix dapat diklasifikasikan berdasarkan kandungan gizi dan kegunaannya untuk meningkatkan produksi/performa ternak. Premix terdiri dari 2 macam kategori yaitu feed supplement (pelengkap pakan) dan feed additive (imbuhan pakan).

 

1. Feed Supplement

 

Feed supplement adalah bahan pakan tambahan berupa zat-zat nutrisi, terutama zat nutrisi mikro seperti vitamin, mineral dan asam amino. Penambahannya dalam formulasi ransum akan meningkatkan kadar nutrisi di dalam campuran ransum. Produk feed supplement ini sudah sangat beragam dijual di pasaran.

 

2. Feed Additive

 

Feed additive adalah bahan tambahan pakan yang bukan merupakan zat-zat nutrisi sehingga sifatnya non nutritif. Walaupun bukan sebagai sumber nutrisi, pemberian feed additive mampu memperbaiki kualitas ransum.

 

Berikut ragam feed additive (imbuhan pakan) yang sering digunakan oleh peternak :

 

a. Enzim

 

Tubuh ternak dapat memproduksi enzim sendiri. Namun, tubuh masih memerlukan tambahan enzim dari luar, karena faktor antinutrisi pada pakan, rendahnya efisiensi kecernaan pakan dan kurangnya enzim tertentu pada ternak.

 

Misalya, penambahan enzim phytase berfungsi memecah ikatan antara phytat dan fosfor pada bahan baku pakan nabati sehingga ketersediaan fosfor yang bisa diserap tubuh akan meningkat

 

b. Probiotik

 

Probiotik merupakan mikroba hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup akan memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan inang (ayam) (FAO/WHO, 2002). Probiotik yang ditambahkan dalam pakan akan bekerja meningkatkan keseimbangan jumlah bakteri yang bermanfaat bagi saluran pencernaan dan berkompetisi dengan bakteri patogen untuk menempati membran mukus saluran pencernaan. Mikroba yang ada dalam probiotik contohnya Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae.

 

c. Prebiotik

 

Prebiotik merupakan zat makanan yang tidak dapat dicerna inang (ayam) dan memiliki efek selektif tehadap mikroorganisme di dalam saluran cerna. Dalam bahasa lain, prebiotik adalah bahan makanan untuk probiotik. Contoh prebiotik adalah laktulosa, laktitol, Fructos-Olygosaccharide (FOS), Glukose-Olygosaccharide (GOS), Xylanase-Olygosaccharide (XOS), Mananase-Olygosaccharide (MOS) dan inulin.

 

d. Sinbiotik

 

Sinbiotik merupakan gabungan antara probiotik dan prebiotik yang bekerja secara sinergis. Produk kombinasi ini memiliki banyak manfaat dan efek yang menguntungkan bagi ternak seperti meningkatkan kecernaan nutrisi, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan menstimulasi sistem imun. Contoh dari sinbiotik ini adalah Mananase-Olygosaccharide (MOS) dan Bacillus subtilis.

 

e. Fitobiotik

 

Fitobiotik merupakan growth promoter alami yang berasal dari tumbuhan yang umumnya merupakan metabolit sekunder. Metabolit sekunder yang bisa digunakan antara lain terpenoid, fenland (tanin, flavonoid), glikosida dan alkaloid. Zat tersebut terdapat dalam ekstrak kunyit, jahe, sirih, sambiloto, meniran, dan daun pepaya.

 

f. Acidifier (Asam Organik)

 

Acidifier adalah senyawa asam yang ditambahkan ke dalam ransum untuk menjaga keseimbangan mikroba di dalam saluran pencernaan dengan cara mempertahankan pH saluran pencernaan. Contoh acidifier adalah asam sitrat dan asam laktat.

 

g. Mold inhibitor dan Toxin Binder

 

Mold inhibitor adalah bahan yang ditambahkan guna menghambat pertumbuhan jamur pada ransum. Contohnya asam propionat. Sedangkan toxin binder merupakan bahan pengikat toksin yang dihasilkan oleh jamur yang tumbuh. Keduanya sering ditambahkan dalam ransum.

 

Demikian sekilas informasi tentang premix yang secara bebas dapat digunakan oleh peternak sebagai meningkatkan kualitas ransum maupun performa dari ternak itu sendiri. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga : Radang Usus Pada Ayam, Ini Penyebabnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Ide Kreatif, Pemanfaatan Cangkang Telur

Cangkang telur sebenarnya bisa dimanfaatkan, namun faktannya masyarakat lebih sering membuangnya. Jika ...

Mengenal Kandang Baterai Koloni

Perlu diketahui bahwa kandang merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan usaha peternakan ayam. Secara ...

Eksotisme Ayam Cemani

Ayam cemani, ayam selasih, atau ayam kedu adalah ras ayam lokal yang telah dikembangkan di Pulau ...

Ayam Serama, Si Mungil Memesona

Ayam Serama merupakan salah satu jenis ayam hias yang sudah banyak dipelihara di Indonesia. Ayam Serama memiliki ...

Perjalanan Singkat si Telur Ayam

Tidak asing lagi kita sebagai warga negara Indonesia dengan berbagai kalangan...

Berak Kapur (Pullorum) Pada Ayam

Penyakit berak kapur, atau dikenal dengan nama ilmiah Pullorum dan Bacillary white diarehea (BWD)....