Tips Simpan Telur Konsumsi Dengan Benar


2021-02-18


Menyimpan telur konsumsi bukan hal baru bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Tetapi faktanya, ada banyak cara yang dilakukan untuk menyimpan telur konsumsi. Lalu, bagaimana cara menyimpan telur konsumsi yang baik dan benar. Berikut tips cara menyimpan telur konsumsi yang baik.

Cara Menyimpan Telur

Cara penyimpanan telur boleh berbeda, namun musuh utama tetap bakteri salmonella dan bakteri jahat lainnya. Tips-tips berikut ini dapat meminimalisir telur  terhindar dari bakteri jahat, seperti salmonella.

1. Bersihkan Telur Setelah Membeli.

“Haruskah kita mencuci telur sebelum disimpan?” Pertanyaan ini menimbulkan jawaban pro dan kontra. Namun, sebaiknya telur tetap harus dicuci jika disimpan dalam kulkas atau membersihkan telur menggunakan lap, seperti kain bersih atau tisu sebelum disimpan pada suhu ruang.

Proses pembersihan telur bertujuan untuk menghindari bakteri masuk melalui pori pori yang terdapat pada cangkang telur. Bakteri salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut. Sering ditemukan kotoran ayam masih menempel pada cangkang telur, jadi masih yakin tidak mencuci telur terutama disimpan pada lemari kulkas?

2. Simpan Telur Dalam Karton Khusus.

Menyimpan telur di dalam karton lebih baik dari pada menyimpan telur di dalam plastik. Faktannya karton telur bukan hanya untuk membungkus saja, tapi juga untuk melindungi dari guncangan atau benturan yang dapat menimbulkan keretakan.  Karton memiliki pori-pori yang dapat membuat telur tetap memperoleh sirkulasi udara. Jika tidak ada karton, bisa meletakkan telur dalam mangkuk atau wadah yang terbuka. Ingat, jangan gunakan wadah tertutup untuk menyimpan telur jika tidak ingin telur cepat busuk.

3. Hindari Penyimpanan di Sisi Pintu Kulkas

Setiap kulkas pasti sudah dilengkapi dengan rak penyimpanan telur. Sebagian orang menyimpan telur di tempat sisi pintu kulkas atau rak penyimpanan telur. Akan tetapi, cara tersebut kuranglah tepat, dan yang paling aman pada rak (karton khusus telur ) di lantai 2 atau lantai 3 dalam kulkas.

Alasannya adalah suhu di dalam kulkas lebih stabil dibandingkan pada sisi pintu kulkas. Karena disisi pintu kulkas lebih sering di buka dan tutup, sehingga makanan atau minuman yang diletakkan pada pintu kulkas akan cepat terkontaminasi dengan suhu ruang. Akibatknya suhu di sisi pintu kulkas menjadi tidak stabil.

4. Simpan di Luar Kulkas (Suhu ruang) Untuk Jangka Pendek.

Selain menyimpan telur di dalam kulkas, sebenarnya menyimpan atau meletakkan telur di suhu ruang juga tidak masalah. Namun tingkat ketahanannya tidak akan selama ketika disimpan dilemari kulkas. Saat disimpan pada suhu ruang sebaiknya sesegara mungkin untuk dikonsumsi.

5. Simpan Telur Dengan Suhu dan Kelembaban Yang Tepat.

Penyimpanan telur dilakukan pada suhu kamar dengan kelembaban antara 80% dan 90%, maksimum selama 14 hari setelah ditelurkan, atau pada suhu antara 4 derajat celcius dan 7 derajar celcius dengan kelembaban antara 60% dan 70%, maksimum selama 30 hari setelah ditelurkan (SNI 3926:2008). Sesungguhnya bakteri akan sulit berkembang jika berada pada lingkungan yang bersuhu dibawah 20 derajat celcius.

6. Jauhkan Dengan Makanan Beraroma Menyengat.

Telur jangan disimpan di tempat yang berbau keras seperti bawang, terasi, ikan asin, sabun dan minyak tanah. Karena, bau tersebut mudah diserap oleh pori-pori yang ada di cangkang telur. Sehingga telur akan mudah terkontaminasi.

7. Posisi Penyimpanan Telur

Posisi terbaik untuk menyimpan telur adalah bagian runcing telur diletakkan di bagian bawah. Hal ini berfungsi untuk menjaga kantong udara yang terdapat pada bagian tumpul tetap berada di atas. Jika kantong udara berada di bawah, maka isi telur akan mendesak kantong udara sehingga dapat merusak kualitas telur.

Menyimpan telur pada kulkas atau pada suhu ruang tidak menjadi masalah, asalkan diterapkan dengan cara yang benar. Selamat mencoba tips penyimpanan telur konsumsi yang sudah dijelaskan. Semoga Bermanfaat.  

 

 

 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Gizzard (ampela) Ayam Erosi, Berikut Pencegahannya

Gizzard, disebut pula ventrikulus atau ampela merupakan salah satu organ terpenting....

Penanganan Penyakit Bubul Pada Ayam

Penyakit bubul, memang terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Penyakit tersebut adalah...

Ayam Betina Bisa Bertelur Tanpa Ayam Jantan, Kok Bisa?

Pada umumnya ayam betina mampu bertelur ketika memasuki masa produksi. Seperti halnya...

Ayam Pejantan, Mulai Dilirik Peternak Ayam Pedaging

Ayam pedaging yang berperan luas di pasaran adalah jenis ayam broiler, karena...

Telur Segar dan Telur Busuk, Bagaimana Membedakannya?

Telur bagi sebagian masyarakat Indonesia merupakan makanan yang harus wajib ada di dapur atau...

Kandungan Gizi Daging Bebek

Bagi yang mencari peluang usaha baru beternak bebek pedaging merupakan hal yang terbilang cukup menjanjikan karena memiliki peluang yang sangat...