Tips Menghilangkan Bau Kotoran Ayam Petelur

  • Kamis, 27 Oktober 2022 11:10
  • Podomoro Feedmill
Dalam satu hari, seekor ayam bisa menghasilkan 0,15 kg manur (feses dan urine) yang mengandung...

Menjelang musim penghujan, peternak ayam petelur perlu memperhatikan kotoran ayam yang menumpuk di bawah kandang. Dalam satu hari, seekor ayam bisa menghasilkan 0,15 kg manur (feses dan urine) yang mengandung 4,8% Nitrogen (N), 1,8% Phospor (P), dan 5,5% Kalium (K). Banyak sedikitnya kadar air dalam manur dipengaruhi oleh air yang dikonsumsi ayam. Semakin banyak ayam mengonsumsi air maka semakin banyak pula kadar air di dalam manur, begitu pun sebaliknya.

 

kandang ayam petelur 

 

Dampak Bau Kotoran Ayam

 

Manur yang tercampur dengan air hujan atau tumpahan air minum dapat menjadi tempat bagi mikroba untuk melangsungkan hidupnya. Selama mikroba tersebut melangsungkan aktivitasnya, manur akan melepaskan gas aminoa (NH3) yang berbau tidak sedap. Bukan hanya berbau tidak sedap, gas amonia yang merupakan gas yang tidak berwarna, mempunyai daya iritasi cukup tinggi, dan bersifat racun (toksik)

 

Manur yang basah juga dapat mencemari udara, tanah, dan air pada lingkungan sekitar kandang. Pada dasarnya, manusia dan ayam memiliki batas toleransi terhadap bau gas amonia. Manusia mampu menoleransi keberadaan gas amonia hingga 5 - 10 ppm. Sementara unggas mampu menoleransi bau gas amonia hingga 15 - 20 ppm. Meskipun demikian, sebanyak 11 ppm gas amonia mampu mengakibatkan penurunan produktivitas ayam. Semakin tinggi kadar gas amonia maka semakin turun produktivitas ayam.

 

Sementara itu, efek keterpaparan gas amonia juga dirasakan oleh manusia mulai dari iritasi mata, masalah respirasi hingga iritasi hidung serta tenggorokan.

 

pengaruh amonia terhadap petugas kandang dan kesehatan unggas 

 

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kotoran Ayam?

 

Kontaminasi manur dengan air mangakibatkan manur menjadi basah sehingga terciptanya tempat aktivitas bagi bakteri mikroba dan menghasilkan bau yang tidak sedap.

 

Selain memperhatikan struktur bangunan kandang dan menjaga sanitasi serta kebersihan kandang, peternak bisa menggunakan cara sederhana untuk menanggulangi bau yang tidak sedap akibat manur yang basah. Cara sederhana tersebut adalah dengan menaburkan batuan kapur (kalsium karbonat (CaCO3)) dan atau ziolit.

 

Batu Kapur dan Ziolit  Pada Kotoran Ayam

 

Batu kapur dapat berfungsi sebagai desinfektan karena mampu mencegah pertumbuhan mikroba patogen melalui dua cara, yaitu mengadsorpsi secara fisik sehingga membentuk gumpalan atau meningkatkan pH menjadi lebih basa sehingga mampu menghancurkan mikroba patogen.

 

 batu kapur untuk atasi amonia batu kapur dan ziolit

 

Kapur juga dapat menyerap air yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba. Penurunan kadar air tersebut mengakibatkan penurunan aktivitas mikroba sehingga jumlah gas amonia yang dilepaskan juga berkurang. Semakin banyak kapur yang ditaburkan ke manur, maka semakin berkurang kadar air di dalam manur. Hal tersebut dikarenakan kapur dapat bereaksi dengan air. Agar kadar air dapat terserap secara lebih optimal, peternak bisa menggunakan serbuk gergaji yang ditabur 1 x 24 jam setelah batu kapur.

 

Tidak hanya mengurangi nutrisi dan kadar air dalam manur, kapur juga dapat menaikkan pH menjadi 11 - 11,5 sehingga mempengaruhi aktivitas mikroba patogen. Pada umumnya, mikroba patogen dapat hidup dan beraktivitas di pH 6 - 8. Apabila dibiarkan, bakteri mikroba patogen tersebut bisa berkembang biak menjadi lalat yang dapat membawa penyakit bagi ayam petelur.

 

Sedangkan pemanfaatan zeolit sama seperti kapur yaitu sebagai penyerap air manur untuk meminimalisir bau kotoran ayam. Namun, pada peternakan skala besar mungkin membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zeolit memiliki sifat khas seperti nilai kapasitas tukar kation / KTK (sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah) yang tinggi, mampu menyerap air, serta dapat menyerap amonia yang dilepaskan selama proses dekomposisi (penguraian) bahan organik.

 

Setelah penanganan bau pada kandang ayam petelur di tangani dengan tepat, peternak perlu menjaga dan memastikan agar manur tetap dalam kondisi kering. Sebab manur yang kering tidak akan menghasilkan bau yang tidak sedap dan menjadi media pertumbuhan bakteri mikroba patogen. Manur yang kering justru menjadi salah satu pemasukkan bagi peternak karena dapat dijual untuk diolah menjadi pupuk kandang. Semoga bermanfaat.