Tips Mengatasi Rontok Bulu Pada Bebek

  • Senin, 24 Juni 2024 14:06
  • Podomoro Feedmill
Bulu bebek yang rontok, bisa jadi salah satu penyebab pertumbuhan bebek tersebut cenderung menurun. Hal ini tentunya harus kita waspadai dan mencegahnya. Oleh sebab itu..

Bulu bebek yang rontok, bisa jadi salah satu penyebab pertumbuhan bebek tersebut cenderung menurun. Hal ini tentunya harus kita waspadai dan mencegahnya. Oleh sebab itu, bulu bebek rontok ini jangan dianggap remeh dan harus segera dikendalikan. Kerontokan bulu sendiri bisa terjadi akibat serangan penyakit. Jika tidak diatasi dengan benar, maka bisa menurunkan minat pembeli yang pastinya menginginkan bebek sehat dan berkualitas.

 

Apa Penyebab Bulu Bebek Rontok?

 

Bulu bebek yang mengalami kerontokan bisa menjadi indikasi bahwa bebek dalam kondisi yang tidak sehat. Adapun faktor penyebabnya antara lain:

 

1.      Memasuki Periode Afkir

 

Bebek yang sudah memasuki periode afkir atau tidak lagi produktif biasanya akan berpengaruh pada kondisi bulunya yang mudah rontok. Meski begitu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti stress, kurang nutrisi hingga sedang proses ganti bulu. Secara alami, bebek akan mengalami kerontokan bulu pada usia 1 tahun dan kondisi tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan. Hingga nantinya bulu bebek yang baru akan tumbuh kembali.

 

2.      Pemberian Pakan

 

Serangan penyakit maupun periode afkir bisa saja terjadi karena bebek mengalami kekurangan nutrisi. Akibatnya bebek jadi mudah sakit dan kondisi bulu yang mudah rontok. Oleh karena itu diperlukan pemberian pakan dengan nutrisi tepat sesuai kebutuhan bebek.

 

3.      Serangan Penyakit

 

Penyebab kerontokan bulu bebek selanjutnya adalah akibat serangan penyakit. Dalam hal ini ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan bulu bebek rontok. Diantaranya adalah seperti :

1)      Kondisi stress pada bebek akibat kandang yang tidak kondusif sehingga akan menunjukkan perilaku seperti menyendiri, tidak mau makan dan mencabuti bulunya sendiri.

2)      Kekurangan vitamin A yang membuat bebek lemas dan sering mengantuk, bulu terlihat kusam dan mata yang cenderung berlendir.

3)      Keracunan garam atau obat yang menyebabkan bebek selalu gelisah hingga bulunya mengalami kerontokan.

4)      Kekurangan vitamin D dan penyakit tulang yang membuat bebek lumpuh.

5)      Serangan penyakit seperti kolera, coccidiosis, coryza, white eye, sinusitis, dan salmonellosis yang merupakan penyakit menular.

 

Tips Mempercepat Pertumbuhan Bulu Bebek

 

1.      Jenis Pakan Bebek dan Komposisinya

 

Salah satu cara mempercepat pertumbuhan bulu yang harus diperhatikan adalah jenis pakan bebek dan komposisinya. Pasalnya pemberian pakan yang tidak tepat dan kurang berkualitas akan menyebabkan bebek lebih rentan mengalami kerontokan bulu.

 

Dengan pemberian pakan yang mengandung nutrisi tepat maka hal itu akan membuat bulu bebek tumbuh dengan cepat. Adapun jenis pakan yang bisa diberikan antara lain adalah bekatul, jagung giling, sorgum, dedak padi, singkong dan tepung roti. Jagung giling bisa dibeli di podomoro feedmill.

 

2.      Pemberian Suplemen Organik

 

Cara mempercepat pertumbuhan bulu bebek adalah dengan memberikan suplemen. Suplemen yang diberikan akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada bebek sehingga tidak mudah terserang penyakit dan bulunya tumbuh sehat. Pemberian suplemen pun harus tepat agar pencernaannya bagus dan daya tahan tubuh meningkat. Adapun cara mempercepat pertumbuhan bulu secara alami adalah dengan memberikan suplemen organik yang sudah terbukti aman dan efektif untuk kesehatannya.

 

3.      Perhatikan Kesehatan Bebek

 

Kondisi bulu yang rontok bisa menjadi tanda bahwa bebek tidak dalam keadaan sehat. Oleh karena itu salah satu cara mempercepat pertumbuhan bulu bebek yang benar adalah dengan menjaga kesehatan bebek secara maksimal. Dengan selalu mengecek kesehatan bebek secara rutin maka hal itu akan mencegah bebek terserang virus atau penyakit yang bisa menyebabkan bulunya mengalami kerontokan. Kesehatan bebek bisa dipantau dengan memperhatikan kondisi fisik dan tingkah lakunya.