Thiomargarita Magnifica, Bakteri Raksasa Dari Pulau Guadeloupe

  • Kamis, 06 Juli 2023 13:07
  • Podomoro Feedmill
Bakteri merupakan organisme dengan sel tunggal, tidak memiliki membran inti sel (bersifat prokariotik), serta memiliki ukuran mikroskopik. Artinya diperlukan mikroskop ..

Bakteri merupakan organisme dengan sel tunggal, tidak memiliki membran inti sel (bersifat prokariotik), serta memiliki ukuran mikroskopik. Artinya diperlukan mikroskop untuk bisa melihatnya. Struktur sel bakteri tergolong sederhana jika dibanding dengan makhluk hidup lain. Sebab, bakteri tidak memiliki inti sel (nukleus), kerangka sel, dan organel lainnya, contohnya mitokondria dan kloroplas.

 

 

 

Thiomargarita magnifica


Thiomargarita magnifica, bakteri raksasa dari mangrove di pulau Guadeloupe yang hijau ditemukan pada tahun 2009, sejauh ini menjadi yang terbesar yang pernah ditemukan. T. magnifica ditemukan oleh Profesor Biologi Kelautan, Oliver Gros yang tengah mencari bakteri yang menggunakan belerang untuk menghasilkan energi.

 

Karena ukurannya yang besar, para peneliti mengira T. magnifica sebagai spesies eukariotik. Jenis bakteri ini, berukuran 5.000 kali lebih besar daripada kebanyakan bakteri, dan 50 kali lebih besar daripada jenis bakteri besar yang sudah dikenal sebelumnya. 

 

Seperti mikroba yang ditemukan di Namibia, bakteri ini juga memiliki kantung besar yang mungkin berisi air, yang menempati 73% dari total volumenya. Kesamaan dan analisis genetik membuat tim peneliti menempatkannya dalam genus yang sama dengan kebanyakan mikroba raksasa lainnya.

 

Jurnal Science 23 Juni 2022, tim peneliti mengungkap beberapa mekanisme unik yang mungkin dapat menerangkan bagaimana T. magnifica tumbuh raksasa. Tidak seperti organisme multisel (eukariot) yang lebih besar yang memiliki membran pembungkus organel-organel dalam sel bakteri termasuk organisme prokariot yang secara tradisional didefinisikan sebagai kantong enzim tak bersekat.

 

Karakteristik Thiomargarita magnific


Thiomargarita magnifica memiliki membran untuk menyimpan DNA dan ribosom.

T. magnifica juga memiliki lebih banyak membran internal, organisme ini bisa mendistribuskan protein yang menjadi pabrik energi dari sel, ATP (adenosin trifosfat).

 

Bakteri lain tidak memiliki membran internal sehingga satu-satunya tempat untuk meletakkan mesin pembuat ATP adalah dalam amplop yang membungkus seluruh tubuh organisme. Nah, karena tak bisa jauh mendistribusikan energi ini, ukuran sel bakteri pun menjadi terbatas. 

 

Batasan lain dalam kebanyakan bakteri adalah mereka harus mampu menggandakan volume sehingga dapat membelah diri. Tapi tidak untuk T. magnifica yang cukup melepaskan sebagian kecil porsinya untuk menciptakan sel anak. 

 

Thiomargarita magnifica juga memiliki genome yang jauh lebih besar daripada bakteri lain yaitu 11.788 gen berbanding 3.935 gen hewan prokariot pada umumnya

 

Sebuah analisis genetiknya mengungkap keberadaan satu rangkaian gen khusus untuk oksidasi sulfur dan mengikat karbon, yang membawa kepada dugaan bakteri raksasa ini memiliki proses chemoautotrophy (memanen energi melalui oksidasi kimia).