Sistem Integrasi Budidaya Ayam dan Ikan

  • Selasa, 30 Agustus 2022 15:08
  • Podomoro Feedmill
Sistem integrasi budaya ayam dan ikan (sistem longyam) adalah sistem usaha tani terpadu dengan dua kegiatan ternak yang berjalan bersamaan yakni budidaya ayam dan ikan...

Sistem integrasi budaya ayam dan ikan (sistem longyam) adalah sistem usaha tani terpadu dengan dua kegiatan ternak yang berjalan bersamaan yakni budidaya ayam dan ikan. Longyam merupakan akronim dari bahasa Sunda (Jawa Barat) balong dan hayam atau kolam dan ayam. Sistem integrasi budidaya ayam dan ikan bagi mayoritas peternak adalah impian, karena hasilnya memberikan keuntungan ganda. Selain memberikan sebuah keuntungan, sistem ini juga memiliki kelemahan yang harus diminimalisirkan.

 

Keunggulan Budidaya Sistem Integrasi

 

1. Efisien dalam penggunaan lahan budidaya.

2. Secara ekonomi lebih menguntungkan, peternak mendapatkan dua hasil dari beternak ayam dan ikan.

3. Efisien pada pakan ikan, karena berasal dari kotoran dan pakan ayam yang jatuh ke kolam.

4. Kotoran ayam yang jatuh ke kolam dapat digunakan sebagai pupuk kolam. Nantinya kotoran ayam di kolam sebagai dasar utama pertumbuhan phytoplankton dan bakteri, kemudian hal ini menjadi penunjang utama kehidupan zooplankton sebagai makanan ikan.

5. Kandang sistem longyam secara signifikan bisa mengurangi bau kandang ayam.

 

Kelemahan Budidaya Sistem Integrasi

 

1. Faktor risiko penularan penyakit antar ternak menjadi lebih besar. Adanya perkembangan jentik-jentik nyamuk yang bisa menjadi faktor penyakit malaria pada ayam.

2. Kelembaban dari kolam ikan dapat berpengaruh terhadap kelembaban pada kandang ayam, sehingga berisiko terhadap kesehatan ternak.

3. Jumlah ayam dan ikan harus seimbang. Bila jumlah ayam terlalu banyak dapat menyebabkan kematian bagi ikan. Dimana kotoran dan pakan ayam yang jatuh ke kolam tentunya akan lebih banyak, sehingga tidak akan efektif malah menjadi racun bagi ikan.

4. Kandang ayam tidak boleh menutupi seluruh permukaan kolam, karena akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air kolam. Hal ini menyebabkan suhu air menjadi rendah dan tidak terjadi fotosintesis. Selain itu, air yang bersuhu rendah bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit.

 

Solusi Budidaya Sistem Integrasi

 

1. Ideal luas kandang ayam maksimal 1/3 dari luas kolam ikan.

2. Ketinggian kandang ayam minimal 1,5 meter dari permukaan air dengan kedalaman kolam 1,5 meter. Bertujuan agar sirkulasi udara diantara kandang dan kolam lancar serta mencegah lantai kandang menjadi lembab akibat pengaruh kolam.

3. Populasi ayam dengan populasi ikan harus sesuai. Agar ikan tidak keracunan amonia yang berasal dari kotoran ayam yang berlebih. Untuk 1 ekor ayam perlu diimbangi dengan 10-20 ekor ikan ukuran 5-8 cm.  

4. Usahakan sirkulasi pada air kolam mengalir, sehingga air kolam dapat berganti setiap saat, dan tidak menjadi tempat berkembangbiaknya faktor penyakit seperti nyamuk dan lalat.

5. Posisikan kandang pada sisi keluarnya air kolam, hal ini bertujuan jika kadar amonia tinggi di bawah kandang maka ikan dapat mencari air yang lebih segar dengan beralih ke sumber air masuk.

6. Melakukan biosecurity kandang serta melakukan desinfeksi kandang menggunakan desinfektan.

7. Manajemen pemeliharaan harus baik agar dapat mencegah ayam stres, jika ayam stres akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

 

Efektif tidaknya sistem ini juga tergantung dari para peternak dan manajemen yang dilakukannya. Perlu adannya perhitungan yang matang, dan tidak asal-asalan. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.