5 Povinsi Tertinggi Penghasil Ayam Ras Pedaging

  • Rabu, 31 Agustus 2022 16:08
  • Podomoro Feedmill
Setiap tahun konsumsi daging ayam ras pun terus meningkat. Dengan semakin tingginya permintaan terhadap daging ayam...

Daging ayam menjadi salah satu kebutuhan pokok pangan hasil peternakan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Setiap tahun konsumsi daging ayam ras pun terus meningkat. Dengan semakin tingginya permintaan terhadap daging ayam, semakin banyak pula masyarakat yang melirik bisnis  ternak ayam ras pedaging tersebut. Hampir semua daerah di Indonesia terdapat budidaya ayam ras pedaging. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terdapat lima provinsi tertinggi populasi ayam ras pedaging di Indonesia.

 

Populasi Ayam Ras Pedaging Tahun 2020-2021 

 

 

Penghasil Ayam Ras Pedaging Di Indonesia

 

 

Gambar 1 : Grafik Populasi Ayam Ras Pedaging Tahun 2020

 

Dari data yang tercatat pada tahun 2021, Provinsi Jawa Barat menjadi menduduki peringkat tertinggi penghasil ayam ras pedaging mencapai 780.102.095 ekor. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 1,09% dari tahun 2020 yang mencapai 710.787.821 ekor. Disusul Provinsi Jawa Tengah sebanyak 580.150.594 ekor, yang naik sekitar 1,05% dari 547.984.169 ekor. Sedangkan di peringkat ketiga adalah Provinsi Jawa Timur mencapai 401.297.579 ekor, meningkat 1,04% dari jumlah populasi tahun sebelumnya yang tercatat 385.393.591 ekor.

 

 

Gambar 2 : Grafik Populasi Ayam Ras Pedaging Tahun 2021

 

Sementara itu, Provinsi Banten meningkat 1,03% dari populasi 196.970.599 ekor menjadi 203.841.588 ekor pada tahun 2021. Peringkat kelima Provinsi Sumatra Utara menyumbang populasi ayam ras pedaging sebanyak 151.211.974 ekor, meningkat 1,08% dari 139.447.786 ekor pada tahun sebelumnya. Kelima provinsi sentra ini memberikan kontribusi sebesar 68% terhadap rata-rata populasi ayam ras pedaging Indonesia.

 

Kapan Periode Harga Ayam Naik Atau Turun ?

 

Terdapat periode tertentu dimana harga ayam (livebird) cenderung mengalami kenaikan atau penurunan. Pada periode ini peternak dapat memperkirakan kapan saat yang tepat untuk chick in dan panen. Periode harga turun, yakni idul adha dan bulan jawa suro. Periode harga naik, yakni lebaran idul fitri, natal, tahun baru, dan libur sekolah. Namun, hal ini terlepas dari keadaan tertentu, seperti krisis dan makro ekonomi.

 

Harga Ayam Antar Wilayah Berbeda

 

Perbedaan harga antar wilayah berbeda-beda salah satunya disebabkan oleh jumlah populasi dari ayam. Harga ayam di suatu wilayah dapat lebih rendah karena supply (stok barang) jauh lebih banyak. Begitu pula sebaliknya, saat demand (permintaan) tinggi namun supply livebird rendah, maka harganya lebih tinggi.

 

Kemudian, disebabkan juga oleh demand. Pada hal ini hukum ekonomi supply dan demand berlaku. Harga lebih stabil tercapai saat supply dan demand di suatu wilayah berada pada rasio yang seimbang. Semoga bermanfaat.