Jumat, 28 November 2025 09:11 Podomoro Feedmill
Dalam beternak unggas, Bumblefoot sering menjadi masalah umum. Ini
adalah infeksi bakteri pada kaki ayam yang berawal dari luka kecil. Jika tidak
segera diobati, kasus serius bisa menyebar ke jaringan tubuh lain dan
meninggalkan bekas luka permanen pada kaki ayam. Oleh karena itu, pemeliharaan
ayam yang baik sangat krusial. Penting untuk memahami gejala, penyebab, dan
cara penanganan Bumblefoot yang tepat agar berbagai permasalahan kesehatan pada
ayam dapat teratasi.
A.
Apa Itu Bumblefoot?
Bumblefoot adalah infeksi kaki yang umum pada unggas peliharaan
seperti ayam, bebek, dan puyuh. Penyakit ini sering muncul karena kebiasaan
unggas berjalan di permukaan kasar, tajam, atau keras, serta aktivitas seperti
mematuk, mencakar, dan melompat. Luka kecil pada telapak kaki inilah yang
menjadi pintu masuk bagi bakteri patogen oportunistik seperti Staphylococcus
aureus, Escherichia, dan Pseudomonas. Infeksi ini kemudian memicu terbentuknya
benjolan berisi nanah, pembengkakan, atau benjolan keras pada kaki ayam.
B.
Penyebab Bumblefoot
Beberapa faktor predisposisi yang memperparah risiko bumblefoot
meliputi:
1. Kondisi Alas Kandang (Litter) yang Buruk
l Litter Basah dan
Kotor: Kelembapan tinggi melunakkan kulit telapak kaki unggas, membuatnya lebih
rentan terhadap luka dan abrasi. Litter yang kotor juga merupakan sumber
konsentrasi bakteri yang tinggi.
l Permukaan Abrasif:
Lantai kandang yang berbatu, jeruji kawat yang rusak, atau permukaan beton yang
keras dan kasar dapat menyebabkan luka berulang pada telapak kaki.
2. Sanitasi dan Higiene Kandang yang Rendah:
Lingkungan kandang yang tidak bersih meningkatkan jumlah bakteri patogen,
sehingga meningkatkan peluang infeksi saat ada luka.
3. Obesitas (Kegemukan): Unggas dengan berat
badan berlebih menempatkan tekanan ekstra yang konstan pada telapak kaki
mereka, membuat jaringan lebih rentan terhadap kerusakan dan trauma.
4. Desain Tenggeran atau Sarang yang Buruk:
Tenggeran atau sarang yang terlalu tinggi atau memiliki permukaan yang kasar
dapat menyebabkan cedera pada kaki saat ayam melompat turun.
5. Kekurangan Nutrisi: Defisiensi beberapa
nutrisi esensial, terutama Vitamin A, dapat memengaruhi kesehatan kulit dan
integritas jaringan kaki, membuat unggas lebih rentan terhadap infeksi.
C.
Dampak Luas Bumblefoot pada Produktivitas dan
Kesejahteraan Unggas
Jika dibiarkan, bumblefoot dapat menimbulkan serangkaian masalah yang
merugikan:
l Rasa Sakit Kronis
dan Pincang: Ayam akan menunjukkan tanda-tanda nyeri yang jelas, enggan berdiri
atau berjalan, dan sering mengangkat satu kaki.
l Penurunan Mobilitas dan Aktivitas: Unggas
yang sakit akan menjadi lesu, mengurangi pergerakan menuju tempat pakan dan
minum, sehingga asupan nutrisi menurun drastis.
l Penurunan
Produktivitas:
1)
Pada ayam
pedaging, ini berarti pertumbuhan terhambat dan pencapaian bobot panen yang
lebih lama.
2)
Pada ayam
petelur, akan terjadi penurunan produksi telur yang signifikan, baik jumlah
maupun kualitasnya.
l Infeksi Sekunder
dan Komplikasi: Bakteri dari abses dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti
tendon, sendi, atau bahkan tulang (osteomyelitis), yang jauh lebih sulit
diobati. Dalam kasus ekstrem, infeksi sistemik dapat menyebabkan kematian.
l Penurunan Kualitas
Hidup (Kesejahteraan Hewan): Ayam yang menderita bumblefoot akan mengalami
stres dan penderitaan yang berkepanjangan.
D.
Pencegahan dan Penanganan Bumblefoot
Pencegahan adalah strategi terbaik dan paling efektif, karena
pengobatan bumblefoot bisa rumit, mahal, dan memakan waktu.
1. Pencegahan Melalui Perbaikan Manajemen
Kandang dan Lingkungan
l Jaga Kualitas
Litter: Pastikan alas kandang (sekam, serbuk gergaji) selalu kering, bersih,
dan gembur. Lakukan pembolak-balikan litter atau penambahan material baru
secara rutin untuk mengelola kelembapan dan amonia.
l Sediakan Permukaan
yang Aman: Hindari permukaan kandang yang kasar, tajam, atau terlalu keras.
Jika menggunakan lantai kawat, pastikan kondisinya baik dan tidak ada bagian
yang rusak atau menonjol. Pertimbangkan penggunaan alas yang lebih lembut di
area tertentu.
l Sanitasi Ketat:
Terapkan program kebersihan dan desinfeksi kandang secara teratur untuk
meminimalkan populasi bakteri patogen.
l Kontrol Ketinggian:
Jika ada tenggeran atau sarang, pastikan ketinggiannya wajar untuk mengurangi
dampak benturan saat ayam melompat.
l Manajemen
Kepadatan: Hindari kepadatan kandang yang berlebihan, yang dapat meningkatkan
stres dan risiko luka.
2. Penanganan dan Pengobatan Bumblefoot:
l Deteksi Dini:
Lakukan pemeriksaan kaki ayam secara rutin, terutama pada ayam yang menunjukkan
gejala pincang atau enggan bergerak.
l Isolasi: Segera pisahkan unggas yang
terinfeksi ke kandang isolasi untuk mencegah penyebaran dan memudahkan
perawatan.
l Perawatan Luka
Ringan: Untuk kasus awal (hanya luka atau peradangan ringan tanpa inti abses),
bersihkan kaki dengan antiseptik (misalnya larutan povidone-iodine), oleskan
salep antibiotik topikal, dan balut dengan perban.
l Pembedahan Minor
(Untuk Kasus Sedang hingga Parah): Ini seringkali diperlukan untuk mengeluarkan
inti abses yang keras. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter hewan atau
personel yang berpengalaman dan terlatih.
1) Proses:
Kaki dibersihkan, anestesi lokal diberikan, lalu abses diiris dan inti kerasnya
dikeluarkan. Luka dibersihkan secara menyeluruh.
2) Pasca-Pembedahan: Luka dibalut dengan perban
steril yang diolesi antiseptik/antibiotik. Balutan harus diganti secara rutin
(setiap 1-3 hari) hingga luka sembuh total.
l Terapi Antibiotik
Sistemik: Dokter hewan mungkin akan meresepkan antibiotik oral atau suntik
untuk mengatasi infeksi bakteri internal, terutama jika ada tanda-tanda
penyebaran sistemik.
l Dukungan Nutrisi:
Berikan suplemen vitamin (terutama Vitamin A) dan mineral untuk mendukung
proses penyembuhan kulit dan meningkatkan kekebalan tubuh unggas. Pastikan ayam
yang sakit memiliki akses mudah ke pakan dan air minum berkualitas.
Bumblefoot adalah penyakit yang dapat dihindari dan diobati jika
peternak proaktif dalam manajemen. Dengan fokus pada lingkungan kandang yang
bersih, kering, dan aman, serta respons cepat terhadap gejala awal, peternak
dapat melindungi investasi mereka dan menjaga kesejahteraan unggas secara
optimal.