Kunci Mengurangi Stres Pada Sapi Potong Untuk Hasil Maksimal

Selasa, 25 November 2025 09:11 Podomoro Feedmill

Stres merupakan salah satu faktor yang paling memengaruhi performa dan kesehatan sapi potong. Kondisi ini seringkali tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya bisa

Stres merupakan salah satu faktor yang paling memengaruhi performa dan kesehatan sapi potong. Kondisi ini seringkali tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya bisa sangat besar, mulai dari penurunan bobot badan, gangguan kesehatan, hingga menurunnya kualitas daging. Karena itu, memahami penyebab stres dan cara pencegahannya menjadi kunci dalam manajemen pemeliharaan sapi potong yang optimal.

 

A. Stres pada Sapi Potong

 

Stres adalah respons biologis tubuh ternak terhadap perubahan atau tekanan (stressor) yang mengganggu keseimbangan fisiologisnya. Ketika ternak stres, terjadi perubahan hormonal, ditandai dengan peningkatan hormon kortisol. Hormon ini memicu respons seperti peningkatan detak jantung, frekuensi napas, suhu tubuh, dan pelepasan energi cepat. Secara perilaku, ternak stres bisa menjadi agresif, mengubah pola makan, atau menyendiri. Semua respons ini dapat mengganggu metabolisme, menurunkan efisiensi pakan, dan berujung pada penurunan bobot badan serta kualitas karkas.

 

B. Penyebab Utama Stres pada Sapi Potong

 

1. Perubahan Lingkungan

 

Sapi sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, suhu, atau perpindahan kandang. Suhu panas ekstrem dapat menyebabkan heat stress, sedangkan hujan berkepanjangan dapat membuat sapi mudah sakit.

 

2. Penanganan yang Kasar

 

Proses penangkapan, pemindahan, atau pengangkutan yang dilakukan secara terburu-buru atau dengan kekerasan dapat menjadi pemicu stres terbesar. Sapi merupakan hewan yang peka terhadap suara keras dan tekanan.

 

3. Kepadatan Kandang

 

Kandang yang terlalu penuh membuat sapi kurang leluasa bergerak, meningkatkan kompetisi pakan, dan membuat mereka saling menanduk—semua itu berpotensi menimbulkan stres.

 

4. Kurangnya Pakan Berkualitas

 

Sapi yang kekurangan nutrisi atau mendapat pakan yang tidak seimbang dapat mengalami stres metabolik. Ketersediaan air bersih juga sangat memengaruhi kondisi tubuh.

 

5. Penyakit dan Infeksi

 

Rasa sakit atau kondisi tubuh yang lemah akibat parasit, bakteri, atau virus akan memicu stres yang berkelanjutan.

 

6. Transportasi dan Proses Pra-Potong

 

Jarak perjalanan yang jauh, kendaraan yang tidak nyaman, serta proses menunggu sebelum pemotongan sangat memengaruhi stabilitas mental sapi.

 

C. Dampak Stres pada Sapi Potong

 

1) Penurunan Bobot Badan

Sapi yang stres cenderung makan lebih sedikit sehingga pertambahan bobot badan harian menurun.

 

2) Imunitas Melemah

Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga sapi lebih rentan terhadap penyakit.

 

3) Risiko Cedera dan Agresivitas

Sapi stres lebih mudah panik, menyeruduk, atau melukai diri sendiri maupun penjaga.

 

4) Kualitas Daging Menurun

Stres pra-potong dapat menghasilkan daging DFD (Dark, Firm, Dry) yang kurang disukai konsumen.

 

D. Cara Efektif Mencegah Stres pada Sapi Potong

 

Stres pada sapi dapat menurunkan performa, kesehatan, hingga kualitas daging. Karena itu, upaya pengendalian stres harus dilakukan secara menyeluruh melalui manajemen yang tepat mulai dari transportasi, lingkungan, nutrisi, hingga suplementasi.

 

1. Manajemen Kedatangan Sapi

 

Jika sapi menempuh perjalanan lebih dari 3 jam, berikan waktu untuk beristirahat, makan, dan minum di titik pemberhentian. Sebelum diberangkatkan, sapi sebaiknya diberikan vitamin yang dicampurkan ke air minumnya. Sapi juga perlu dipuasakan 6–12 jam sebelum proses loading untuk mencegah mual atau cedera. Saat loading, arahkan sapi masuk kendaraan dengan tenang tanpa kekerasan, dan pastikan jumlah sapi tidak melebihi kapasitas truk. Gunakan kendaraan khusus ternak yang kuat dan aman.

 

Hindari kecepatan tinggi dan guncangan berlebih saat perjalanan, serta pastikan sirkulasi udara baik. Tali pengaman tidak boleh terlalu pendek agar tidak melukai, namun juga tidak boleh terlalu panjang agar sapi tetap terkendali. Setibanya di lokasi tujuan, lakukan unloading dengan lembut, tanpa suara keras, dan di tempat yang sudah didesain untuk memudahkan ternak naik turun kendaraan. Setelah tiba, sapi ditempatkan di kandang karantina untuk pemeriksaan kesehatan. Sediakan pakan dan air segar, serta berikan penunjang energi seperti Bioselvita dan Transolit.

 

2. Pengendalian Lingkungan

 

Sapi membutuhkan tempat bernaung yang teduh agar terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan ventilasi kandang baik agar udara panas dapat keluar dan udara segar masuk.

Two cooling methods can be applied:

 

  1. 1. Pendinginan langsung: menggunakan fogger, mist drop, atau sprinkler untuk menyemprotkan air ke tubuh sapi atau ke lingkungan.

2. Pendinginan tidak langsung: mendinginkan iklim mikro di dalam kandang menggunakan kipas untuk melancarkan sirkulasi udara dan mempercepat pengeluaran udara panas.

 

3.  Perlakuan Vaksinasi

 

Pastikan sapi dalam kondisi sehat, tidak demam, dan cukup makan serta minum sebelum vaksinasi. Hindari memberi vaksin saat sapi baru selesai perjalanan panjang, habis dipindah kandang, atau setelah pemotongan tanduk.

 

Gunakan jarum steril dan tajam, pastikan vaksin tersimpan pada suhu 2–8°C dan tidak rusak. Lakukan vaksinasi dengan handling yang lembut tanpa suara berlebihan. Setelah vaksinasi, amati sapi selama 24 jam untuk memantau reaksi. Berikan air minum cukup, pakan berkualitas, serta vitamin C atau E untuk membantu pemulihan.

 

4. Nutrisi

 

Berikan pakan dengan kepadatan nutrisi lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama saat nafsu makan menurun. Pakan harus memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral. Air bersih harus selalu tersedia. Reformulasi pakan bisa dilakukan dengan menambahkan minyak sebagai sumber energi tambahan, maksimal 3–5%.

 

Jika ada pergantian pakan, lakukan secara bertahap agar tidak mengganggu sistem pencernaan. Perhatikan kualitas fisik pakan, terutama konsentrat, agar tetap segar dan tidak berjamur. Aduk pakan secara berkala agar sapi tertarik untuk makan. Tambahkan Mix Plus Cattle Pro ke dalam pakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi mikro dan meningkatkan konsumsi pakan.

 

5. Suplementasi

 

Program kesehatan perlu dilakukan secara rutin, termasuk pemberian vitamin (Vita B Plex Bolus Extra Flavor, ADE Plex Inj) dan obat cacing (Wormzol-B, Wormzol Suspensi) setiap 3–4 bulan. Vitamin A, C, dan E berperan sebagai antioksidan untuk mengatasi efek stres panas. Mineral seperti natrium dan kalium penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Asam amino seperti lisin dan karnitin membantu meningkatkan energi serta mendukung produktivitas dan ketahanan tubuh.

 

Transolit dapat diberikan sebagai tambahan nutrisi lengkap yang mencakup vitamin, mineral, dan asam amino. Suplemen ini bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi stres, serta menjaga produktivitas, terutama setelah vaksinasi, transportasi, atau pada kondisi heat stress. Transolit dapat dicampurkan dalam pakan atau air minum dan diberikan selama masa stres.

 

Stres pada sapi potong merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungan, nutrisi, dan perlakuan sehari-hari. Manajemen penggemukan yang baik tidak hanya berfokus pada pakan dan performa, tetapi juga pada kesejahteraan ternak. Sapi yang sehat, nyaman, dan bebas stres akan memberikan hasil produksi yang optimal dan berkualitas tinggi.

Semoga bermanfaat!