Perbedaan Vaksin Aktif dan Inaktif Pada Ayam


2021-11-23


Vaksinasi merupakan pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan termasuk ayam, untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Sedangkan vaksin adalah mikroorganisme/agen infeksi yang sudah dilemahkan/dimatikan, kemudian diformulasikan sedemikian rupa sebagai infeksi buatan. Fungsinya untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh (antibodi) pada hewan (ayam) sehingga dapat mencegah infeksi penyakit. Berdasarkan sifat hidup agen infeksi yang terkandung di dalamnya, vaksin dibedakan menjadi dua yaitu vaksin aktif (live vaccine, vaksin hidup) dan vaksin inaktif (killed vaccine).  

 

 

 

1. Vaksin Aktif

 

Vaksin aktif merupakan vaksin yang mengandung virus hidup atau yang telah dilemahkan keganasannya. Cara pemberian vaksin aktif dapat secara masal (air minum, spray), dan  perindividu (suntikan, tetes mata/hidung/mulut). Akan tetapi, yang paling banyak digunakan adalah dengan cara tetes mata dan air minum. Untuk sifat kekebalan dari vaksin aktif lebih mudah terbentuk tetapi cepat pula turun. 

 

a. Kelebihan

 

Vaksin aktif memiliki keuntungan yaitu :

1. Saat ayam diberikan vaksin, maka kekebalan tubuh baru akan bereaksi secara cepat.

2. Merangsang pembentukan sistem imun secara luas termasuk respon sel T (limfosit T/sel darah putih) dan respon mukosa IgA (antibodi A).

 

b. Kelemahan

 

Vaksin aktif juga mempunyai kelemahan yaitu :

1. Tidak dapat dilakukan pada hewan yang masih memiliki antibodi maternal.

2. Vaksin aktif harus disimpan pada suhu rendah yaitu 2-8°C untuk menjaga kualitas vaksin.

3. Kesalahan dalam menyimpan atau memindahkan tempat dapat membunuh mikroorganisme hidup pada vaksin.

4. Perubahan suhu yang terlalu mendadak dan tinggi, sinar matahari dan ultraviolet, atau radiasi yang dapat mematikan mikroorganisme hidup (virus) pada vaksin mampu menurunkan potensi/kualitas vaksin.

5. Memiliki durasi imunitas yang lebih pendek dibandingkan vaksin inaktif.

6. Terkadang ada beberapa jenis vaksin yang perlu diulang pemberiannya.

 

2. Vaksin Inaktif

 

Vaksin inaktif adalah vaksin yang tidak mempunyai kemampuan untuk berkembang biak di dalam tubuh hewan yang divaksinasi, tetapi mampu merangsang pembentukan antibodi/kekebalan tubuh. Vaksin inaktif berisi agen infeksi yang sudah diinaktivasi atau dimatikan, namun masih bersifat imunogenik/mampu merangsang pembentukan antibodi. Vaksin inaktif dominan berfungsi menggertak kekebalan humoral (sel T) yang spesifik beredar di dalam darah. Jika vaksin inaktif bekerja melalui sirkulasi darah dalam pembentukan antibodi, maka pemberian vaksin ini dengan cara injeksi (suntikan).

 

a. Kelebihan

 

1. Memiliki tingkat protektivitas yang baik. Setelah diaplikasikan ke tubuh ayam maka vaksin akan dilepas perlahan-perlahan sehingga titer antibodi akan bertahan lebih lama dibandingkan vaksin aktif.

2. Aman karena tidak memiliki risiko menjadi patogen dan setiap produk vaksin pada perusahaan dengan track record yang bagus sudah dilakukan uji Quality Control.

3. Stres pada ayam lebih rendah karena terdapat  vaksin yang dikombinasi, sehingga jadwal vaksinasi yang berdekatan bisa dilakukan dengan satu kali pemberian.

 

b. Kelemahan

 

1. Rangsangan imunitas seluler dan mukosa kurang karena perlu waktu yang lebih lama untuk menaikkan kekebalan tubuh, yaitu sekitar 2 minggu setelah diaplikasikan.

2. Tidak boleh disimpan pada suhu <2°C karena akan merusak emulsi (sediaan vaksin).

3. Penyimpanan harus pada suhu 2-8°C.

 

Dalam penggunaan vaksin inaktif, jika terdapat sisa sebaiknya jangan digunakan lagi pada vaksinasi berikutnya. Vaksin inaktif harus habis dalam waktu 24 jam, karena dikhawatirkan kondisi vaksin sudah tidak steril dan sudah mengalami perubahan kemampuan/daya kerja dari vaksin tersebut. Untuk semua jenis vaksin yang telah disimpan dalam suhu stabil 2-8°C, maka sebelum digunakan harus melaui proses thawing. Semoga bermanfaat.

Baca juga : https://podomorofeedmill.com/info/rekontruksi-ke-kandang-closed-house-mampu-jadi-solusi

 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Aspergillosis, Bungkul Putih di Sekitar Organ Pernapasan Ayam

Aspergillosis dikenal dengan sebutan mycotic pneumonia, brooder pneumonia atau fungal pneumonia...

Ayam Berbulu Sutra yang Menggemaskan

Ayam Kapas merupakan salah satu jenis ayam hias yang unik dan menggemaskan....

Kesalahan Saat Mengatur Tirai Kandang Ayam

Pengaturan tirai kandang tidak boleh dilakukan sembarangan, karena mengakibatkan perubahan kondisi (kenyamanan) di...

Pentingnya Monitoring Kesehatan Ayam

Ketepatan diagnosa penyakit merupakan salah satu kunci penting dalam penanganan/pengobatan penyakit...

Terdapat Risiko Dibalik Peluang Usaha Ayam Broiler

Usaha ayam broiler mempunyai prospek yang baik serta terus tumbuh mengingat permintaan...

Peluang Bisnis Telur Asin Aneka Rasa

Masyarakat sering menemukan telur asin di warung makan atau pasar. Bagi sebagian orang telur asin bisa dijadikan...