Perbedaan Telur Ayam Biasa dan Omega

  • Sabtu, 04 Desember 2021 15:12
  • Podomoro Feedmill
Telur omega-3 dihasilkan oleh ayam petelur yang diberi makanan khusus mengandung lebih banyak omega-3. Omega-3 adalah ...

Telur ayam termasuk yang paling banyak digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Ada beragam jenis telur ayam, mulai dari telur ayam negeri, telur ayam kampung, telur ayam organik, dan telur omega-3. Dibandingkan telur lainnya, telur omega-3 termasuk memiliki harga jauh di atas harga rata-rata telur pada umumnya. Inilah perbedaan telur ayam biasa dan omega-3, serta karakteristik dari telur omega-3 itu sendiri.

 

Telu ayam  

 

Telur Ayam Biasa

 

Telur konsumsi seperti telur ayam ras dan ayam kampung adalah telur yang paling banyak ditemui di pasaran. Telur konsumsi dihasilkan tanpa dibuahi oleh ayam jantan. Jadi otomatis tidak mengandung bakal embrio. Telur konsumsi ayam kampung mempunyai cangkang berwarna putih cenderung krem, sedangkan cangkang telur konsumsi ayam ras petelur lebih ke arah kecoklatan.

 

Telur Ayam Omega-3

 

Telur omega-3 dihasilkan oleh ayam petelur yang diberi makanan khusus mengandung lebih banyak omega-3. Omega-3 adalah jenis lemak esensial (lemak tak jenuh) yang dapat diperoleh pada makanan laut (ikan dan udang) dan biji-bijian, sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, omega-3 dapat membantu menguatkan sistem imun dan menyeimbangkan kadar lemak trigliserida dalam darah. Meski begitu, tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah yang cukup  sehingga harus dibantu lewat asupan makanan.

 

Karakteristik Telur Omega-3

 

Perbedaan telur ayam biasa dan omega-3 salah satunya terletak pada perawatan yang dilakukan kepada ayam petelurnya. Menurut para ahli, telur omega-3 memiliki karakteristik tersendiri dengan telur ayam pada umumnya. Berikut karakteristik telur ayam omega-3 :

 

1. Tampilan Cangkang

 

Dilihat dari cangkang memang tidak bisa dibedakan, karena dihasilkan dari ayam yang sama hanya perlakuan terhadap ayamnya yang berbeda. Cangkang telur omega-3 ada yang berwarna kecoklatan dan putih segar atau krem.

 

2. Tampilan Kuning Telur

 

Jika telur omega-3 dipecah, maka akan terlihat perbedaan pada kuning telurnya. Warna kuning pada telur omega-3 akan lebih oranye kekuningan daripada telur ayam biasa (kuning muda). Selain itu, kuning telur omega-3 tidak mudah pecah karena mengandung beta karoten yang tinggi.

 

 

3. Tampilan Putih Telur

 

Selain warna kuningnya, ada perbedaan juga dari putihnya. Bagian putih telur omega-3 akan lebih kental daripada telur biasa sehingga ketika direbus akan lebih padat.

 

4. Kandungan Kolesterol

 

Telur ayam omega-3 mengandung asam lemak omega-3 sepuluh kali lipat lebih banyak dari pada telur biasa. Selain itu kandungan kolesterol telur omega-3 juga 50% lebih rendah daripada telur pada umumnya. 100 gram telur ayam Omega-3, kolesterolnya hanya sekitar 150 mg sedangkan telur biasa bisa mencapai 250-300 mg.

 

Batas asupan kolesterol pada orang dewasa sekitar 300 mg/hari. Keunggulan ini membuat telur ayam omega-3 cocok dijadikan pilihan sumber protein bagi orang yang punya kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

 

5. Harga

 

Harga telur omega-3 di pasaran bisa mencapai 1,5-2 kali lipat lebih mahal daripada telur ayam biasa. Harga telur bisa berbeda karena perawatan ayam petelur yang berbeda dan manfaat telur omega-3  lebih unggul daripada telur biasa. Tentu saja tidak heran jika harganya lebih mahal.  

 

Banyak orang yang memilih gaya hidup sehat pada masa ini. Termasuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Seperti, telur omega-3 yang lebih unggul dari telur ayam biasa. Namun, bukan berarti dapat mengonsumsi telur omega-3 sebanyak-banyaknya. Sebaiknya konsumsi telur sekitar 1-2 butir sehari. Semoga bermanfaat.

Baca juga : https://podomorofeedmill.com/info/kerugian-menunda-mengafkir-ayam-petelur