Menghitung BEP Usaha Ayam Broiler


2021-04-06


Usaha peternakan merupakan usaha yang padat modal, karena hampir 80% biaya modal dalam usaha peternakan berasal dari pakan. Apalagi jika usaha peternakan ayam broiler menggunakan sistem mandiri, tentu usaha tersebut harus betul-betul dilakukan dengan analisa usaha yang tepat agar mendapatkan keuntungan. Salah satu analisa usaha yang bisa dilakukan adalah dengan menghitung Break Event Point (BEP).

 

1. Break Event Point (BEP)

 

BEP adalah titik impas antara biaya produksi (pengeluaran) dan hasil produksi (pemasukan). BEP adalah keadaan suatu usaha tidak dalam keadaan untung atau rugi, dengan kata lain usaha tersebut dalam keadaan titik impas. Berikut rumus sederhana yang bisa peternak gunakan untuk menghitung BEP :

 

Rumus BEP Farm Broiler :

((Harga Pakan/kg x BB Panen x FCR) + (Harga DOC + Biaya OVK + Biaya Operasional)) : BB Panen

 

 

Keterangan :

1. Harga Pakan/kg

2. Berat Badan Rata-rata (panen)

3. FCR (Feed Convertion Ratio)

4. Harga DOC

5. Biaya OVK per ekor (Obat, Vaksin, Vitamin, dan lainnya)

6. Biaya Operasional per ekor selama satu periode

 

2. Contoh Menghitung BEP

 

Misal, diketahui analisa usaha :

Harga pakan = 7.050/kg

BB Panen = 1,7/ekor

FCR = 1,42

Harga DOC Broiler = 7.500/ekor

Biaya OVK = Rp 250/ekor

Biaya Operasional = 1.600/ekor (1 bulan)

 

Ditanyakan : BEP ?

 

Jawab : 

 

BEP Farm Broiler :

((Harga Pakan/kg x BB Panen x FCR) + (Harga DOC + Biaya OVK + Biaya Operasional)) : BB Panen

      

: ((Rp 7.050 x 1,7 x 1,42) + (Rp 7.500 + Rp 250 + Rp 1.600)) : 1,7

: ((Rp 17.018,7) + (Rp 9.350)) : 1,7     

: Rp 26.368,7 : 1,7      

: Rp 15.511/kg

 

Kesimpulannya, jika peternak ingin mendapatkan laba atau keuntungan maka harga jual ayam broiler per kilogramnya  harus di atas angka BEP tersebut, yaitu Rp 15.511.

 

 

3. Masa Panen

 

Saat panen tiba yaitu umur 30 hari, dan harga jual ayam broiler saat itu Rp 17.800 /kg. Maka peternak bisa menghitung laba atau keuntungannya dengan cara :

 

Laba = Harga Jual - BEP

         = Rp 17.800 - Rp 15.511/kg

         = Rp 2.289/kg

 

Jika dihitung per ekor maka bisa dikalikan, yaitu Rp 2.289 X 1,7, hasilnya Rp 3.892.

Jika dihitung dengan total jumlah populasi, maka bisa dikalikan dengan jumlah populasi yang akan di ternakkan.

 

Perhitungan seperti ini pada usaha peternakan sistem mandiri sangat penting untuk dilakukan. Mengingat harga ayam broiler sering fluktuatif atau naik turun, maka peternak juga harus aktif dalam mengetahui perubahan harga di pasaran. Belum lagi biaya operasional dan OVK disetiap wilayah mungkin berbeda. Jadi perhitungan di atas bisa menjadi contoh sederhana untuk mengetahui  BEP (titik impas) usaha ayam broiler. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga : Membuat Pupuk Organik Dari Cangkang Telur

 

 

 

 

 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Persiapan, Penanganan dan Metode Force Molting

Perlakuan force molting pada ayam petelur afkir harus diperhatikan dan diperhitungkan secara matang. Karena akan berdampak

PENGARUH CAHAYA TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR

Perlu diketahui bahwa pencahayaan yang diberikan pada ayam petelur berpengaruh pada proses 

Mengenal Bentuk Pakan Ayam

Ransum adalah pakan jadi untuk ternak (ayam) yang telah disusun dari berbagai jenis bahan...

Tips Simpan Telur Konsumsi Dengan Benar

Bagaimana cara menyimpan telur konsumsi yang baik dan benar. Berikut tips cara...

Penyakit Bubul Pada Ayam dan Solusinya

Penyakit Bubul? Mungkin memang terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Penyakit bubul adalah

Mengenal Kandang Baterai Koloni

Perlu diketahui bahwa kandang merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan usaha peternakan ayam. Secara ...