Manajemen Litter yang Baik, Tingkatkan Performa Ayam

  • Kamis, 23 September 2021 10:09
  • Podomoro Feedmill
Tidak semua bahan bisa dijadikan litter, tentunya peternak harus bisa memilah dan mengetahui litter yang...

Alas kandang atau biasa disebut dengan “litter” merupakan bahan yang digunakan untuk alas kandang dengan mempunyai sifat yang baik dalam menyerap air. Secara umum litter juga berfungsi untuk memberikan rasa nyaman pada ayam. Sehingga, salah satu kunci dalam keberhasilan pemeliharaan ayam adalah manajemen litter atau alas kandang yang baik.

 

Syarat Litter yang Baik

Tidak semua bahan bisa dijadikan litter, tentunya peternak harus bisa memilah dan mengetahui litter yang baik untuk ayamnya. Selama ini bahan litter yang sering digunakan oleh para peternak adalah sekam padi. Namun pada dasarnya litter yang baik adalah yang berbahan ringan, mudah menyerap air, empuk, tidak berdebu, aman (tidak beracun), ukuran partikel sedang, daya serap kelembapan udara rendah, murah, ketersediaan selalu ada dan bisa dijual sebagai pupuk (bekas litter).

Banyak bahan litter yang memiliki sifat yang baik dalam menyerap air, seperti serutan kayu (serbuk gergaji) hasil dari industri pengolahan kayu, jerami padi, dan sekam padi.

Penyebab Litter Basah

1. Penyebab litter basah salah satunya adalah dari air minum yang tumpah atau terkena tampias air hujan karena atap kandang bocor. Terkadang ketika pendistribusian air minum yang tidak dilakukan hati-hati menyebabkan air tumpah, sehingga otomatis membuat kondisi litter menjadi semakin basah.

2. Dalam pelaksanaan manajemen litter, terkadang peternak tidak mengganti/menambahkan litter baru dengan alasan litter sulit didapatkan. Penggunaan litter secara terus menerus mengakibatkan kadar gas amonia meningkat. Gas amonia ini bersumber dari litter yang basah karena feses, urin, dan air minum yang tumbah. Rekomendasi umum untuk kadar amonia yang aman dan tidak menimbulkan ganguan kesehatan pada ayam sekitar di bawah 20 ppm.

3. Litter yang basah dapat menyebabkan ayam tidak nyaman, adanya agen infeksi penyakit, dan menimbulkan kerugian pada ayam (sakit/kematian).

4. Penyebab litter basah dapat dilihat dari faktor nutrisi, seperti asupan mineral tinggi, kandungan serat kasar tinggi, dan pakan yang berjamur menyebabkan feses menjadi lebih cair.

Manajemen Litter yang Baik

Setelah mengetahui penyebab dan dampak dari litter yang basah maka beberapa hal yang harus peternak perhatikan adalah :

1. Tumpahan air minum bisa diatasi dengan manajemen yang baik. Pertama, memastikan tempat air minum tidak bocor. Kedua, agar lebih hati-hati dalam distribusi atau mengganti air minum (tempat air manual), memastikan ketinggian nipple drinker serta tekanan air dalam pipa.

2. Mengecek kondisi atap kandang secara berkala apakah ada yang bocor atau tidak, terutama ketika musim hujan.

3. Ketebalan litter awal adalah 8-12 cm, sehingga litter menjadi lebih kering dan bisa menjaga suhu saat masa brooding.

4. Apabila jumlah litter banyak yang basah, dapat diatasi dengan menumpuk litter baru, membolak-balikkan liter menggumpal, dan penambahan litter baru secukupnya.

5. Melakukan pengobatan sedini mungkin apabila litter basah disebabkan oleh penyakit seperti E. coli dan Eimeria sp. (penyebab koksidiosis).

6. Menjaga kadar amonia agar tidak terlalu tinggi dengan cara mengatur sistem ventilasi melalui sistem buka tutup tirai.

7. Memerhatikan kualitas pakan. Salah satu penyebab kotoran ayam basah di antaranya adalah kandungan garam dan protein di dalam pakan terlalu tinggi.

Menjaga alas kandang tetap nyaman bisa memengaruhi hasil akhir performa ayam. Terkadang hal kecil bisa berdampak besar apabila kita tidak meresponnya secara cepat dan tepat. Semoga bermanfaat.

Baca juga : https://podomorofeedmill.com/info/itik-bali-jambul-yang-terancam-punah