Jenis-Jenis Burung Puyuh


2021-05-01


Burung puyuh adalah salah satu unggas daratan, yang memiliki tubuh kecil dan gemuk. Umumnya burung puyuh tergolong hewan pemakan biji-bijian. Selain itu, burung puyuh juga memakan berbagai serangga dan hewan kecil yang ada disekitarnya. Burung puyuh bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari serta terbang dengan kecepatan tinggi, namun dengan jarak tempuh yang pendek. Secara umum terdapat beberapa jenis spesies puyuh, baik puyuh ternak atau hias.

Macam - Macam Burung Puyuh

1. Coturnix coturnix Japonica (Puyuh Ternak)

Coturnix coturnix japonica merupakan hasil domestikasi dari puyuh liar (Coturnix coturnix) yang dilakukan di Jepang (Cooper, 1976).  Burung puyuh yang dipelihara di Indonesia, awalnya diimpor dari Taiwan, Hongkong dan Jepang (Nugroho dan Mayun, 1986).  Semenjak akhir tahun 1979, puyuh ini mulai populer di Indonesia sebagai usaha ternak sampingan maupun komersil. Burung puyuh ternak mampu menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor untuk setiap tahunnya. Kelebihan lainnya adalah memiliki suara yang keras bahkan pernah dipelihara sebagai song birds. Ciri-ciri dari coturnix dapat dilihat dari bulu yang berwarna cokelat muda pada bagian atas kerongkongan dan dada yang merata.

 Puyuh Ternak

2. Coturnix Chinensis (Puyuh Pepekoh)

Burung puyuh ini juga dikenal sebagai burung puyuh batu. Tubuh puyuh ini sangat mungil, panjang badannya berukuran sekitar 15 cm. Ciri-ciri leher puyuh jantan berwarna hitam dengan garis lebar berwarna putih. Perut puyuh jantan berwarna cokelat, sedangkan bagian sisi dada kiri dan kanannya menyambung bulu berwarna abu-abu kebiruan. Oleh sebab itu, puyuh ini dinamakan blue brested quail. Punggug puyuh jantan berwarna cokelat bercampur abu-abu dengan garis putih kehitaman. Selain itu, terdapat warna biru disamping kepala, dada, pinggul dan bagian bawah ekor. Kaki puyuh berwarna kuning dengan mata cokelat dan paruh hitam. Warna puyuh betina lebih muda, yaitu cokelat muda pada muka, dada dan perut dengan garis kehitaman. Sementara leher bawahnya berwarna keputih-putihan.

 Puyuh Pepekoh

 

3. Arborophila Javanica (Puyuh Hutan)

Burung puyuh hutan lebih dikenal dengan burung puyuh gonggong dan burung puyuh tanah. Meskipun sama-sama memiliki nama puyuh, namun untuk jenis burung yang satu ini, sangat jauh berbeda dengan burung puyuh yang biasa dibudidaya/diternak. Perbedaannya terletak pada suara dan warna bulunya yang lebih cantik serta karakternya yang unik. Burung puyuh hutan betina biasanya lebih agresif, sehingga banyak dijadikan sebagai burung aduan.

 Puyuh Gonggong

4. Rollulus Roulroul (Puyuh Mahkota)

Burung puyuh ini tersebar di Asia Tenggara, dengan panjang tubuhnya sekitar 25 cm, sedangkan kaki dan kulit sekitar mata berwarna merah. Burung puyuh jantan dan betina mudah dibedakan. Jantan dewasa memiliki bulu berwarna biru keunguan mengkilap, paruh bawah berwarna merah, dan dahi berwarna putih dengan jambul tegak seperti bulu sikat berwarna merah. Puyuh betina memiliki kepala dan jambul pendek berwarna abu-abu. Puyuh betina berukuran lebih kecil daripada puyuh jantan.

Puyuh Mahkota 

5. Callipepla Squamata (Burung Puyuh Bersisik)

Burung puyuh bersisik memiliki ukuran paling besar jika dibandingkan dengan jenis burung puyuh lainnya. Panjang tubuhnya sekitar 25-30 cm, dan ciri bulu tubuhnya bersisik dari dada sampai punggungnya. Puyuh sisik hidup di Amerika Utara.

Puyuh Bersisik 

6. White Quail (Puyuh Albino)

Puyuh Albino merupakan puyuh yang diduga berasal dari keturunan gen resesif puyuh Japonica. Karakteristik Puyuh Albino adalah :

1. Bulu berwarna putih mulus.
2. Mata berwarna merah menyala.
3. Kaki dan paruh berwarna kuning gading.
4. Puyuh jantan memiliki benjolan pada kloaka.
5. Dada pada jantan berwarna putih polos dan pada betina berwarna abu-abu yang samar.
6. Puyuh Albino merupakan salah satu bangsa puyuh yang digunakan sebagai bibit puyuh ternak.

Puyuh Albino 

7. Bobwhite Utara (Puyuh Virginia)

Puyuh Virginia atau Bobwhite berasal dari Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, dan Karibia. Panjang tubuhnya sekitar 24-28 cm, dengan lebar sayap 33-38 cm. Bobwhite jantan memiliki leher putih dan garis alis yang dibatasi oleh warna hitam. Warna bulu keseluruhan memiliki bintik bintik abu dan putih di sayap.

Bobwhite 

Itulah jenis burung puyuh yang dapat dimanfaatkan sebagai ternak puyuh petelur, ternak puyuh pedaging, dan puyuh hias. Untuk jenis kelamin, sangat disarankan memilih puyuh betina sebagai puyuh petelur, sedangkan untuk tujuan pedaging dapat memilih puyuh jantan atau betina tidak ada masalah. Semoga bermanfaat. 

Baca juga : Benzoalkonium Chloride, Solusi Aman Peternakan



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Pentingnya Desinfeksi Fasilitas Umum dan Peternakan

Proses menurunkan tingkat bahaya atau menghilangkan jumlah mikroorganisme. Disisi lain Desinfeksi merupakan salah satu 

Mengenali Sindrom Kekerdilan Pada Ayam

Sindrom kekerdilan atau Slow growth syndrome merupakan salah satu sindrom dengan kondisi gangguan pertumbuhan (terutama pada ayam pedaging) yang menyebabkan...

Pentingnya Suplementasi Ransum Ayam

Upaya memenuhi kebutuhan bahan ransum sumber protein baik nabati maupun hewani masih merupakan problem utama para peternak. 

Dampak Kelebihan Serat Kasar Pada Ayam

Kandungan nutrisi pakan harus diperhatikan, karena salah satu permasalahan pada nutrisinya paling banyak pada...

Penyebab dan Cara Mengatasi Ayam Panting

Saat di kandang ayam, pasti sering melihat perilaku ayam. Salah satunya adalah ayam mangap-mangap, ini disebut

Tips Catching Dan Crating Pada Ayam

Proses penangkapan dan pengangkutan (catching and crating) merupakan bagian utama dari rangkaian...