Jenis Itik Petelur Unggul


2021-04-24


Itik merupakan salah satu ternak unggas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani (daging dan telur) bagi masyarakat. Populasi itik di Indonesia menempati urutan keempat setelah ayam ras petelur, ayam ras pedaging, dan ayam buras. Sampai saat ini, kebutuhan akan daging dan telur itik terus meningkat sehingga peluangnya masih terbuka lebar. Salah satu peluang besar yang dapat di ambil adalah dari budidaya itik petelur unggul.

 

1. Itik Tegal

 

Itik Tegal merupakan itik yang berasal dari daerah Brebes atau Tegal, Jawa Tengah. Penyebaran Itik Tegal ini melalui Pantura, Jawa tengah dan Jawa Barat. Itik tegal menjadi itik dengan produktivitas telur yang sangat baik. Produksi telur pertahun yang dihasilkan dari Itik Tegal rata-rata mencapai 200-250 telur dengan berat antara 70-75 gram/butir. Itik Tegal mulai bertelur pada umur 5,5 bulan.

 

2. Itik Mojosari

 

Itik Mojosari merupakan persilangan antara Itik Jawa dengan Itik Liar/Mallard tepatnya di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Jumlah produksi telur Itik Mojosari mencapai 200-220 butir/ekor/tahun. Untuk telur yang dihasilkan berukuran cukup besar. Berat telur mencapai 65-70 gram/butir. Puncak produksi telur Itik Mojosari sekitar 90-95%. Itik Mojosari mulai bertelur pada umur 6 bulan.

 

3. Itik Alabio

 

Itik Alabio (Anas platurynchos Borneo) merupakan salah satu itik petelur unggul. Habitat asli Itik Alabio berasal dari Kalimantan Selatan. Itik Alabio mempunyai ciri postur tubuhnya berbentuk segitiga dan warna paruh kuning terang. Untuk berat tubuhnya sekitar 1,6-1,8 kg/ekor.  Sedangkan produksi telur bebek alabio sekitar 220-250 butir/ekor/tahun. Untuk berat telurnya cukup besar sekitar 59-65 gram/butir.

 

4. Itik Magelang

 

Itik Magelang berasal dari Itik Mallard/Liar yang bermigrasi ke Indonesia dan beradaptasi dengan lingkungan kemudian terseleksi, sehingga muncul sifat karakteristiknya. Produksi telur pertahun yang dihasilkan dari Itik Magelang rata-rata mencapai 200-300 telur, berat telur antara 60-70 gram/butir. Itik Magelang mulai bertelur pada umur 5-6 bulan.

 

5. Itik Cihateup

 

Itik Cihateup merupakan komoditas ternak unggas lokal di Provinsi Jawa Barat. Itik ini berkembang di daerah Tasikmalaya dan sangat berpotensi sebagai penghasil telur. Produksi telur pertahun yang dihasilkan dari Itik Cihateup rata-rata mencapai 180-250 telur, dengan berat antara 60-70 gram/butir.

 

6. Itik Pajajaran

 

Itik Pajajaran adalah hasil persilangan antara Itik Cihateup dan Itik Magelang. Memiliki persentase keturunan dari Itik Cihateup 12,5% dan Itik Magelang 87,5%. Produksi telur pertahun yang dihasilkan dari Itik Pajajaran rata-rata mencapai 270-300 telur, dengan berat telur antara 64,77 gram/butir. Itik Pajajaran mulai bertelur pada umur 7 bulan. Produksi telur lebih tinggi dibandingan Itik Cihateup dan Itik Magelang.

 

7. Itik Khaki Champbell

 

Itik Khaki Champbell yang ada di Indonesia merupakan persilangan antara Itik Jawa dan Itik Rouan dari Perancis. Itik Roun yang ada di Eropa mempunyai produktivitas telur yang tinggi sekitar 350 butir/tahun. Sedangkan Itik Khaki Champbell yang ada di Indonesia dapat berproduksi 280 butir/ekor/tahun. Selain sebagai petelur, Itik Khaki Champbell bisa dijadikan sebagai pedaging yang unggul karena postur tubuhnya yang besar.

 

8. Itik MA-2000 (Itik Ratu)

 

Itik Ratu merupakan nama komersial itik hibrida, yang dihasilkan dari persilangan Itik MA (Mojosari x Alabio). Produksi Itik Ratu sekitar 260 butir/ekor/tahun. Usia bertelur pada umur 4,5-5 bulan, lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis Itik lain. Masa produksi Itik Ratu sekitar 2 tahun.

 

9. Itik Bali

 

Itik Bali dapat memproduksi telur sekitar 150-220 butir/ekor/tahun dan mulai memproduksi telur pada umur 5,5-6 bulan. Rata-rata berat telur sekitar 60 gram/butir. Karakteristik Itik Bali adalah adanya bulu jambul (kepala) yang  dominan berwarna putih.

 

10. Itik  Pitalah

 

Itik Pitalah merupakan itik khas Sumatera Barat, tepatnya dari Nagari Pitalah, Kabupaten Tanah Datar. Itik Pitalah merupakan penghasil telur yang sangat berpotensi untuk dibudidayakan. Produksi telur Itik Pitalah sekitar 180-200 butir/tahun/ekor dengan puncak produksi telur 85%, sedangkan bobot telur 60-70 gram/butir.

 

Itulah informasi mengenai jenis itik petelur yang unggul untuk dibudidayakan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi peternak pemula yang ingin mencobanya.

Baca juga : Mengenal MBM Sebagai Bahan Pakan Unggas

 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Peran Mineral Pada Ayam

Mineral Kalsium dan Fosfor berperan penting dalam tubuh ayam petelur, sebagai penyusun...

Analisa Perhitungan Ternak Ayam Untuk Pemula

Perlu diketahui, dalam memulai bisnis ternak ayam joper sebaiknya menganalisa dengan kapasitas 100 ekor. Alasan memulai usaha dengan 100 ekor...

Bahaya Konsumsi Telur Busuk

Belakangan ini Telur Busuk menjadi topik yang ramai diperbincangkan di daerah Jawa Timur. Bagaimana...

Fakta Menarik Ayam Brahma

Jenis ayam di Indonesia sangatlah banyak, salah satunya adalah Ayam Brahma. Jenis ayam tersebut memang tidak sepopuler ...

Pentingnya Nekropsi Unggas

Nekropsi?? Ada yang belum tau nekropsi itu apa?? Di kalangan peternak unggas, nekropsi unggas bukanlah kata yang asing lagi untuk...

Tanda Bebek yang Akan Bertelur

Bebek memiliki banyak kegunaan ekonomis, untuk di ambil dagingnya, telurnya, dan bahkan kotorannya. Tanda bebek yang akan bertelur pastilah berbeda...