Cara Mengetahui Kadar Amonia Peternakan


2022-08-01 10:51:38


Permasalahan umum di lingkungan peternakan ayam adalah adanya bau menyengat. Kondisi bau menyengat biasanya di sebabkan oleh kandungan gas amonia yang terlalu tinggi. Kadar amonia yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan produktivitas unggas hingga mengganggu kenyamanan pekerja kandang. Inilah cara mengetahui kadar amonia dan dampaknya pada unggas.

 

Cara Mengetahui Kadar Amonia

 

alat deteksi amonia paper test amonia test kit amonia    

Gambar : Contoh alat detektor amonia (amonia meter & ammonia test paper)

 

Kadar amonia di kandang dapat dideteksi menggunakan alat amonia meter. Amonia meter perlu diletakkan pada ketinggian yang tepat, yaitu sekitar 10 cm dari alas kandang atau setinggi kepala ayam. Selain itu, cara termudah untuk mengetahui bau amonia adalah saat peternak (petugas kadang) masuk ke kandang dan bau feses sudah mulai menyengat, maka kadar amonia sudah dikatakan berlebihan. Berikut beberapa respon yang dirasakan petugas kandang serta dampak terhadap kesehatan unggas terhadap level amonia (Tabel 1 dan 2).

 

cara mengukur amonia kandang  

 

 

Dampak Amonia Pada Unggas

 

1. Gangguan Iritasi Mata

 

Amonia akan larut dalam cairan mata ayam dan menghasilkan amonium hidroksida (NH₄OH), yaitu komponen senyawa alkaline yang mampu mengiritasi dan menyebabkan konjungtivitis (radang pada konjungtiva mata).

 

2. Gangguan Saluran Pernapasan

 

Level amonia dengan kadar >20 ppm, dapat mengakibatkan siliostasis (terhentinya gerakan silia) dan desiliosis (kerusakan silia) pada membran mukosa saluran pernapasan. Akibatnya saluran pernapasan akan kehilangan alat pertahanannya terhadap benda asing sehingga rentan terserang kasus infeksi penyakit saluran pernapasan seperti CRD, ND, AI, IB, Coryza, dan ILT.

 

3. Gangguan Sistem Kekebalan

 

Bukan saja merusak silia, amonia juga dapat merusak sel-sel epitel saluran pernapasan atas sehingga produksi kekebalan mukosa (IgA) akan menurun. Amonia yang levelnya sangat tinggi juga dapat masuk ke dalam aliran darah (akibat terhisap dalam jumlah besar) dan menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) mengalami gangguan. Hal tersebut berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan rentan terinfeksi penyakit.

 

4. Gangguan Sistem Reproduksi

 

Gas amonia dengan kadar >30 ppm dapat mengakibatkan kondisi alkalosis (pH cairan tubuh, termasuk cairan plasma darah bersifat basa) pada ayam. Jika plasma darah bersifat basa, maka sebagian besar protein plasma akan mengikat ion kalsium dalam peredaran darah. Akibatnya, pembentukan tulang/kerangka tubuh ayam pun terganggu dan kerabang telur yang dihasilkan menjadi lebih tipis.

 

Saat kadar gas amonia tinggi, maka susana di dalam kandang sudah tidak nyaman lagi. Hal tersebut, tentunya akan membuat unggas menjadi stres. Stres berlebih akan memperburuk performa dan produktivitas unggas. Semoga bermanfaat. 



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Fakta Menarik Ayam Brahma

Jenis ayam di Indonesia sangatlah banyak, salah satunya adalah Ayam Brahma. Jenis ayam tersebut memang tidak sepopuler ...

Tips Perpanjang Umur Simpan Telur

Usaha meminimalisir penurunan kualitas telur dapat diketahui dengan mengenal faktor pemicunya...,

Tips Memilih Daging Ayam Segar

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang sering dikonsumsi oleh masyarakat...

Pilih Mana, Beternak Bebek Tanpa Angon atau Angon ?

Beternak sistem angon adalah para peternak memelihara bebek setelah musim panen padi dengan tujuan hanya untuk memanfaatkan sisa - sisa...

Cara Membedakan Anak Ayam Jantan dan Betina

Membedakan jenis kelamin ayam dalam istilah peternakan disebut chick sexing, yang tujuannya adalah...

Mengenal Jenis Jenis Burung Puyuh

Burung puyuh adalah sekumpulan unggas daratan yang kecil namun gemuk, mereka pemakan biji – bijian namun juga pemakan serangga dan...