Cara Melakukan Thawing Ayam yang Benar

Selasa, 09 Desember 2025 10:12 Podomoro Feedmill

Mencairkan ayam beku, atau yang sering disebut proses thawing, adalah langkah awal yang krusial sebelum memasak. Melakukan thawing dengan cara yang salah tidak hanya dapa

Mencairkan ayam beku, atau yang sering disebut proses thawing, adalah langkah awal yang krusial sebelum memasak. Melakukan thawing dengan cara yang salah tidak hanya dapat merusak tekstur dan rasa ayam, tetapi yang lebih penting, dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri berbahaya.

 

Berikut adalah tiga metode thawing ayam yang direkomendasikan dan aman:

 

1.      Metode Kulkas (Paling Aman dan Dianjurkan)

 

Mencairkan ayam di dalam kulkas adalah metode yang paling aman dan direkomendasikan, meskipun membutuhkan waktu paling lama. Proses ini menjaga suhu ayam tetap dingin, di bawah 4°C sehingga menghambat pertumbuhan bakteri.

 

Langkah-Langkah:

1.      Siapkan Wadah: Pindahkan ayam beku (masih dalam kemasan tertutup) ke dalam wadah atau piring. Hal ini penting untuk menampung cairan yang mungkin menetes saat proses thawing dan mencegah kontaminasi silang dengan makanan lain di kulkas.

2.      Posisikan di Rak Bawah: Letakkan wadah berisi ayam di rak kulkas paling bawah.

3.      Waktu Tunggu:

·         Daging Ayam Utuh: Membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk setiap 2,5 kg (5 pon).

·         Potongan Ayam: Membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 24 jam.

4.      Memasak: Setelah dicairkan, ayam dapat disimpan dengan aman di kulkas selama 1 hingga 2 hari sebelum dimasak.

Penting: Jika menggunakan metode kulkas, Anda boleh membekukan kembali ayam yang sudah dicairkan jika Anda berubah pikiran dan tidak jadi memasaknya.

 

2.      Metode Air Dingin (Cepat dan Efisien)

 

Jika Anda membutuhkan ayam lebih cepat dicairkan, metode air dingin adalah alternatif yang baik. Metode ini lebih cepat daripada kulkas, tetapi membutuhkan perhatian lebih.

 

Langkah-Langkah:

1.      Pastikan Kedap Udara: Ayam harus berada dalam kemasan plastik anti bocor (seperti kantong zip-lock) yang tertutup rapat. Jika kemasannya bocor, air bisa masuk dan merusak tekstur ayam.

2.      Siapkan Wadah Air: Isi baskom atau panci besar dengan air keran dingin. Jangan gunakan air hangat atau panas, karena akan mendorong pertumbuhan bakteri.

3.      Rendam dan Ganti Air: Benamkan ayam yang sudah dikemas rapat ke dalam air dingin. Ganti air setiap 30 menit untuk memastikan suhu air tetap dingin dan optimal.

4.      Waktu Tunggu:

·         Potongan Ayam (Sekitar 0,5 kg): Butuh waktu sekitar 1 jam atau kurang.

·         Ayam Utuh (Sekitar 1,5 kg - 2 kg): Butuh waktu 2 hingga 3 jam.

5.      Memasak Segera: Ayam yang dicairkan menggunakan metode air dingin harus dimasak segera setelah proses thawing selesai.

 

3.      Metode Microwave (Paling Cepat untuk Memasak Langsung)

 

Metode microwave adalah yang tercepat dan paling nyaman, tetapi hanya cocok jika Anda berencana untuk langsung memasak ayam setelah dicairkan. Microwave dapat memanaskan beberapa bagian ayam hingga suhu di mana bakteri mulai tumbuh.

 

Langkah-Langkah:

1. Gunakan Pengaturan Defrost: Pindahkan ayam dari kemasan aslinya ke piring aman microwave. Gunakan pengaturan "Defrost" pada microwave Anda sesuai berat ayam.

2. Putar Ayam: Balik atau putar ayam sesekali selama proses pencairan untuk memastikan prosesnya merata.

3.  Memasak Segera: Setelah proses defrost selesai, ayam mungkin masih terasa dingin di beberapa bagian, tetapi sebagian besar sudah mencapai suhu yang berpotensi mendorong pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, ayam harus segera dimasak (misalnya, dipanggang, direbus, atau digoreng).

4.  Peringatan: Ayam yang dicairkan dengan microwave tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.

 

Zona Bahaya Suhu (The Danger Zone)

 

Hal terpenting dalam thawing ayam adalah menghindari Zona Bahaya Suhu, yaitu rentang suhu antara 4°C- 60°C. Dalam rentang suhu ini, bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli dapat berkembang biak dengan cepat. Mencairkan ayam di suhu ruangan (di atas meja dapur) adalah praktik yang sangat berbahaya karena bagian luar ayam akan memasuki zona bahaya jauh sebelum bagian dalamnya benar-benar mencair.

 

Metode yang Harus Dihindari

 

Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan justru berbahaya, seperti:

·         Mencairkan ayam di suhu ruang, misalnya diletakkan di meja dapur berjam-jam.

·         Merendam dengan air panas.

·         Membiarkan ayam terkena sinar matahari langsung.

Metode tersebut membuat bagian luar ayam memasuki zona bahaya suhu pangan sehingga bakteri mudah berkembang.

 

Tips Menjaga Keamanan Pangan

·        Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh ayam mentah

·        Gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan makanan siap saji

·        Masak ayam hingga suhu internal minimal 74°C untuk membunuh bakteri

·   Jangan membekukan ulang ayam yang sudah dicairkan kecuali telah dimasak terlebih dahulu