Upaya Mengatasi Heat Stress

  • Senin, 10 Februari 2020 07:02
  • Podomoro Feedmill
<p>Stres panas (heat stress) adalah sebuah gangguan stres yang terjadi akibat kondisi suhu udara lingkungan melebihi suhu normal (&gt; 28&deg;C) sehingga ayam tidak mampu untuk menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya.</p>

Stres panas (heat stress) adalah sebuah gangguan stres yang terjadi akibat kondisi suhu udara lingkungan melebihi suhu normal (> 28°C) sehingga ayam tidak mampu untuk menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya. Perlu diketahui bahwa Ayam termasuk hewan homeothermis zona nyaman (comfort zone) ayam berada pada kisaran suhu 25-28°C dengan kelembapan 60-70%. Lalu, bagaimana gejala, bahaya serta upaya dalam mengatasi heat stress ?

 

Gejala Heat Stress Pada Ayam

Pada prinsipnya ketika ayam heat stress, ayam akan berusaha menurunkan suhu tubuhnya melalui pelepasan panas tubuh. Akan tetapi, karena tidak memiliki kelenjar keringat, maka respon yang terlihat dari tingkah lakunya meliputi:

1. Ayam merenggangkan, menggantung, atau melebarkan sayapnya. Akan tetapi usaha ini kurang optimal karena suhu lingkungan kandang tidak berbeda nyata dengan panas tubuhnya.

2. Ayam menempelkan tubuh ke dinding kandang yang lebih dingin atau membenamkan tubuhnya ke dalam litter. Terkadang ayam juga melakukan mandi di tempat minum.

3. Melakukan peripheral vasodilatation atau meningkatkan aliran darah perifer (tepi), terutama pada bagian jengger, pial, dan kaki sehingga bagian tersebut warnanya menjadi lebih merah dan panas.

4. Ayam melakukan panting, yaitu bernapas melalui tenggorokan atau meningkatkan evaporasi (penguapan). Ayam akan membuka mulutnya dan menggerakkan tenggorokannya sebagai tempat keluar masuk udara.

 

Efek/Akibat Heat Stress

Menurut Kuczynski (2002), pemeliharaan ayam pedaging sampai umur 35 hari pada suhu di atas 31°C dapat menyebabkan penurunan bobot badan hingga 25% saat panen jika dibandingkan dengan pemeliharaan pada suhu nyaman 25-28°C. Sedangkan pada ayam petelur, pemeliharaan pada kondisi suhu 25-31°C dapat menurunkan produksi telur sampai 25% dibanding pemeliharaan di suhu 20-25°C. Dampak heat stress antara lain:

1. Akan terjadi malnutrisi, ayam lebih banyak minum dari pakan, hingga produktivitas telur dan pertumbuhan daging tidak bisa tercapai

2. Menurunkan atau melemahkan sistem kekebalan tubuh ayam

3. Menyebabkan feces basah

4. Menurunkan kualitas tulang dan telur ayam

5. Bahkan ketika terjadi heat stress kronis, dapat mengakibatkan kematian mendadak.

 

Upaya Mengatasi Heat Stress

Cara atau upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan heat stress agar tidak berlarut larut dan merugikan peternak antara lain:

1. Memberikan air dingin suhu 20-24°C yang baik kualitasnya. Air dingin dapat digunakan untuk membantu ayam menstabilkan suhu tubuh ayam saat udara lingkungan tinggi. Pada kandang closed house dapat juga dialirkan pada cooling pad. Pada kandang berjenis open dapat disemprotkan langsung pada ayam.

2. Lakukan penjarangan ayam. Penjarangan dalam satu kandang bertujuan untuk mengurangi kepadatan sehingga ayam lebih merasa nyaman, tidak terlalu panas, padat, dan dapat dengan leluasa meradiasikan panas dari dalam tubuhnya ke lingkungan.

3. Sesuaikan perlakuan dengan kondisi lingkungan, misalnya tidak melakukan vaksinasi, potong paruh (debeaking), atau perlakuan lain pada saat suhu lingkungan tinggi, karena hal ini dapat lebih memperparah kondisi heat stress. Kegiatan seperti di atas dapat dilakukan saat cuaca dingin atau malam hari.

4. Sebaiknya tidak memberikan ransum pada siang hari pada suhu tinggi, karena menyebabkan kematian akibat tingginya aktivitas metabolisme pencernaan dan dihasilkannya banyak panas tubuh.

5. Berikan vitamin dan elektrolit. Vitamin yang paling utama adalah vitamin C.

6. Yang paling mendasar adalah, selalu mengontrol kondisi suhu dan kelembaban kandang ayam dengan menggunakan alat Thermo Hygrometer.

 

Nah.. untuk para peternak milenial, apakah dikandang Anda sudah tersedia alat Thermo Hygrometer???.. jadi mimin saranin, untuk selalu siap sedia Thermo Hygrometer di setiap kandang. Apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak stabil ini, mengakibatkan tingkat kenyamanan ayam tidak menentu. Nah,, semoga ulasan diatas bermanfaat ya.