Pemberian Pakan Ayam Petelur Terhadap Produksi

  • Kamis, 23 Januari 2020 06:01
  • Podomoro Feedmill
<p>Pemberian pakan pada ayam petelur harus tepat dalam jumlah, kandungan nutrisi, maupun dalam bentuk. Kebutuhan nutrisi ayam petelur dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertumbuhan dan produksi telur. Kebutuhan zat makanan setiap periode berbeda, p

Pemberian pakan pada ayam petelur harus tepat dalam jumlah, kandungan nutrisi, maupun bentuknya. Pemberian pakan ayam petelur dapat diberikan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan lebih banyak sore hari karena keinginan makan ayam lebih besar pada jam tersebut. Kebutuhan nutrisi ayam petelur dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertumbuhan dan produksi telur.  Kebutuhan zat makanan setiap periode berbeda, pada periode pertumbuhan ditentukan oleh beberapa factor, yaitu umur, bobot badan standar, energi metabolisme, dan strain. Sedangkan kebutuhan nutrisi periode produksi telur salah satunya berdasarkan konsumsi ransum dan strain. Perlunya manajemen pemeliharaan ayam petelur juga harus diperhatikan, agar produksi telur maksimal.

Kebutuhan nutrisi dalam pakan

Kebutuhan nutrisi untuk  ayam petelur dibagi menjadi empat tahap berdasarkan umur, yaitu 0 -6 minggu, 6 – 12 minggu, 12 – 18 minggu, dan 18 minggu ke atas. Awal periode pertumbuhan/developer (0—6 minggu), kebutuhan protein ayam petelur paling tinggi karena untuk fase pertumbuhan. Kebutuhan protein tersebut akan semakin menurun sampai umur 18 minggu. Hal ini dikarenakan pertumbuhan sudah sangat sedikit pada fase tersebut, tetapi pertumbuhan organ reproduksi meningkat. Ketika ayam petelur memasuki fase bertelur pertama/periode produksi (lebih dari 18 minggu), kebutuhan proteinnya kembali meningkat.

Umumnya kebutuhan protein akan meningkat pada periode produksi telur dibandingkan dengan periode developer, karena ayam memproduksi telur yang tinggi protein. Agar dapat memproduksi telur dengan baik, ayam memerlukan asupan protein yang tinggi. Kebutuhan ayam terhadap protein dan nutrisi lainnya pada periode produksi, tergantung kemampuan konsumsi ransum per ekor per hari. Semakin tinggi kemampuan ayam mengonsumsi ransum, semakin rendah kandungan protein yang diperlukan. Dengan konsumsi ransum yang banyak, total kebutuhan protein sudah dapat dipenuhi meskipun kadar dalam pakan lebih rendah. Terdapat perbedaan kebutuhan nutrisi antara strain petelur putih dan strain petelur cokelat. Strain petelur cokelat membutuhkan nutrisi yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan strain petelur putih.

Perbedaan genetik tersebut juga memengaruhi kebutuhan nutrisi si ayam. Bentuk pakan juga sangat berpengaruh terhadap produktivitas ayam petelur. Sebaiknya pakan masa pra-starter ayam petelur dalam bentuk crumble (butiran), sedangkan bentuk pakan masa starter (pemula), grower (pertumbuhan), dan layer (saat bertelur), yaitu mash (tepung).

Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.

                                                   Sumber : (Setyono, 2013)

 

Pemberian pakan yang tepat pada umur yang tepat, maka nutrisi dapat terserap maksimal oleh ayam petelur. Maka peternak bijaksanalah dalam pemberian pakan, dan jangan lupa pastikan manajemen pemeliharan tetap terkontrol.