Klasifikasi dan Bahan Baku Ransum Ayam

  • Senin, 18 Mei 2020 14:05
  • Podomoro Feedmill
<p><span style="font-size: 12pt;">Ransum merupakan salah satu komponen penting dalam industri perunggasan. Ransum sendiri adalah</span></p>

Ransum merupakan salah satu komponen penting dalam industri perunggasan. Ransum sendiri adalah campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan untuk ternak (termasuk ayam) dalam memenuhi kebutuhan akan nutrisi yang seimbang seperti lemak, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Yuk mari kita kenali apa itu ransum pada ayam, karena ransum merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan yang wajib dikenali dengan baik.

 

Klasifikasi ransum ayam

Di dunia peternakan, ransum ayam pedaging dan petelur diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Ransum ayam pedaging : ransum yang digunakan adalah ransum jadi dan konsentrat.

Ransum jadi adalah Ransum yang siap diberikan pada ayam, dimana kandungan nutrisinya sudah disusun secara lengkap sesuai kebutuhan ayam. Sedangkan konsentrat adalah ransum yang padat nutrisi (nutrisi tinggi) buatan pabrik, dimana dalam pemberiannya ke ayam harus dicampur terlebih dahulu dengan jagung giling dan bekatul. Biasannya untuk perbandingannya adalah 50-55% jagung, 30-35% konsentrat dan 15-20% bekatul. Selain itu, harga konsentrat per kg-nya terkadang lebih rendah dibanding dengan harga ransum jadi per kg. Sehingga seringkali peternak ayam petelur menggunakan konsentrat sebagai campuran pakan sendiri untuk menghemat biaya. 

2. Ransum Ayam Petelur : ransum yang digunakan adalah ransum jadi, konsentrat dan self mixing.

Self mixing artinya peternak benar-benar mencampur sendiri berbagai macam bahan baku ransum menjadi ransum jadi. Beda halnya dengan peternak ayam pedaging, peternak ayam petelur lebih sering memberikan ransum konsentrat atau meracik sendiri ransumnya (self mixing) dengan tujuan efisiensi dan menghemat biaya ransum.

 

Jenis Bahan Baku Ransum

Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, ayam harus diberi ransum yang terdiri dari campuran beberapa bahan baku. Bahan baku tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kandungan nutrisinya.

1. Bahan Baku Sumber Energi

Bahan baku sumber energi yang dimaksud adalah bahan pakan yang mengandung energi metabolisme >2.250 kkal dan protein kasar <20%. Untuk ransum ayam sumber energi dapat diperoleh dari jagung, bekatul, wheat pollard, gaplek, sorgum, minyak sawit, dll (Budi Tangendjaja,2007). Beberapa hasil samping industri pertanian pun banyak digunakan sebagai sumber energi dan protein, karena harganya relatif murah. Bahan tersebut seperti dedak padi, bungkil kelapa, atau bungkil inti sawit.      

2. Bahan Baku Sumber Protein

Bahan baku sumber protein yang dimaksud adalah bahan pakan yang mengandung protein kasar >20%. Sumber protein ini terdiri atas protein hewani (berasal dari hewan) dan protein nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan). Untuk ransum ayam sumber protein nabati dapat diperoleh dari bungkil kedelai, corn gluten meal (CGM), bungkil kacang tanah, dried distillers grain and solubles (DDGS),dll. Sedangkan protein hewani dari tepung ikan, meat bone meal (MBM), poultry meat meal (PMM),dll (Budi Tangendjaja,2007).

3. Bahan Baku Sumber Mineral

Di dalam bahan baku ini sebagian besar terkandung berbagai macam mineral, seperti fosfor, kalsium dan NaCl. Selain itu ada Dicalcium phosphate (DCP), monocalcium phosphate (MCP), tepung tulang, tepung batu, garam, tepung kulit kerang (Budi Tangendjaja,2007).

4. Feed Supplement

Feed supplement merupakan bahan pakan tambahan yang berupa zat-zat nutrisi, terutama zat nutrisi mikro seperti mineral, vitamin, atau asam amino. Penambahan feed supplement dalam pakan berfungsi untuk melengkapi atau meningkatkan ketersediaan zat nutrisi mikro yang seringkali kandungannya dalam ransum kurang atau tidak sesuai standar. Dan biasannya feed supplement dipakai pada self mixing ayam petelur.  

5. Feed Additive

Sedikit berbeda dengan feed supplement, feed additive merupakan zat tambahan yang bersifat non nutritif (bukan termasuk zat nutrisi), contohnya ialah hormon, enzim, zat perwarna ransum dll. Peran feed additive dalam ransum tergantung dari jenis kandungan zat additive-nya. Feed additive dengan kandungan enzim dan hormon berfungsi meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan ransum. Sedangkan feed additive dengan kandungan zat perwarna dan aroma ransum berfungsi untuk memperbaiki penampilan fisik ransum sehingga dapat meningkatkan nafsu makan ayam.

 

Nah.. untuk peternak sebaiknya sesuaikan kondisi dan jenis pemberian ransum, apakah sesuai dengan ternak ayam broiler atau layer. Karena, dikeduannya memiliki efisisensi masing-masing dalam penggunaan jenis ransum, disisi lain bertujuan untuk menghemat biaya ransum. Semoga Bermanfaat.