Inilah Bedanya Telur Ayam Konsumsi dan Telur Tetas (HE)

  • Sabtu, 16 Mei 2020 13:05
  • Podomoro Feedmill
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Beberapa akhir pekan ini, banyak peternak ayam layer mengeluh dengan harga telur ayam ras yang</span></p>

Beberapa akhir pekan ini, banyak peternak ayam layer mengeluh dengan harga telur ayam ras yang  anjlok/turun. Di pasar terkadang ada pedagang yang menjual telur dengan harga sangat murah. Apalagi saat ini adannya isu mengenai telur tetas (HE) banyak dijumpai dipasaran. Yang menjadi salah satu penyebab turunnya harga telur ayam ras pada umumnya. Dengan turunnya harga telur tersebut membuat ibu rumah tangga yang biasa belanja menjadi senang namun juga menjadi was-was karena isu telur HE itu. Tentunya menjadi kewaspadaan tersendiri dalam mengetahui perbedaan saat membeli telur di pasaran mana yang layak konsumsi. Jadi, apakah itu telur ayam konsumsi? Dan apa itu telur tetas (HE)? Yuk kita bahas satu persatu.

 

Telur Ayam Konsumsi

Telur Ayam konsumsi adalah telur yang paling banyak ditemui di pasaran. Telur ini dihasilkan oleh ayam ras petelur/biasa disebut dengan ayam negeri dan dihasilkan tanpa dibuahi ayam jantan. Jadi otomatis tidak mengandung bakal embrio. Selain ayam ras, telur konsumsi juga dapat diperoleh dari ayam kampung.

 

Telur Tetas (HE/hatched egg) 

Telur tetas adalah telur fertil yang dapat ditetaskan karena mempunyai embrio, yang biasa dijadikan untuk bibit ayam atau yang disebut juga DOC (Day Old Chick). Contohnya telur ayam HE (Hatched Egg) atau telur fertil.

Telur HE sendiri berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler (ayam pedaging). Telur tersebut bisa berasal dari telur fertil namun tidak ditetaskan perusahaan breeding, tetapi seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi di pasar. Alasannya, antara lain suplai anakan ayam DOC (Day Old Chick) yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

 

Di perusahaan-perusahaan pembibitan, ribuan telur tetas akan diproses dalam mesin pengeraman. Telur didiamkan selama 18 hari dengan suhu hangat yang sudah disesuaikan. Setelah masa 18 hari, telur akan disortir lagi.

Telur yang memiliki embrio (fertil) akan lanjut ke tahap berikutnya. Sementara telur yang tanpa embrio (infertil) akan disisihkan. Telur ini seharusnya dibuang, tapi ternyata ada saja oknum yang membutuhkan telur ini untuk dijual kembali dengan harga sangat murah.

Telur infertil dari perusahaan pembibitan ini biasa dijual dalam bentuk mentah maupun matang. Untuk menyiasati, penjual akan mengolah telur ini sehingga tampak sama dengan telur segar pada umumnya.

 

Perbedaan Telur Konsumsi dan Telur Tetas (HE)

1. Pada telur ayam ras konsumsi terlihat cangkang warna coklat merata dengan bobot kisaran 50-60 gr. Sedangkan pada telur ayam tetas (HE) warna kerabang putih kecoklatan (krem) dengan ukuran relatif sama dengan ayam ras konsumsi bobot <50 gr atau >65 gr (dua kuning telur /double yalk).

2. Telur ayam ras konsumsi jika diteropong dengan cahaya maka seluruh bagian akan tembus oleh cahaya. Sedangkan telur tetas jika diteropong dengan cahaya maka akan tampak bagian yang tidak tembus cahaya karena terhalang oleh embrio.

3. Warna kuning telur ayam ras berwarna kuning merata tidak terdapat bercak darah ataupun benda asing lainnya. Sedangkan warna kuning telur pada telur tetas akan nampak titik atau bercak darah yang merupakan embrio.

4. Telur ayam konsumsi paling banyak berasal dari peternakan layer dimana telur yang dihasilkan tidak dibuahi pejantan karena bertujuan memproduksi telur untuk konsumsi. Sedangkan telur ayam tetas berasal dari perusahaan penetasan (hatchery) dan pembibitan ayam (breeding) dengan tujuan menghasilkan anak ayam / Day Old Chick (DOC).

 

Larangan Menjual Telur Tetas (HE/hatched egg) 

Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) melarang peredaran telur ayam infertil. Meski demikian, kenyataannya telur infertil ini banyak dijual di pasar. Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 diatur tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur bertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Sumber : Berbagai Sumber