Rabu, 28 Januari 2026 14:01 Podomoro Feedmill
Keberhasilan dalam budidaya ayam kalkun (Meleagris gallopavo) tidak hanya ditentukan oleh faktor pakan dan genetik, tetapi juga pada desain infrastruktur tempat tinggalnya. Sebagai unggas dengan postur tubuh masif dan karakter psikologis yang unik seperti rasa ingin tahu yang tinggi namun mudah stress, kalkun membutuhkan ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan biologis dan perilaku alaminya.

Memilih jenis kandang yang tepat
bukan sekadar masalah estetika, melainkan strategi manajemen kesehatan dan
optimalisasi bobot. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai empat jenis kandang
ayam kalkun yang paling efektif digunakan oleh para peternak profesional maupun
penghobi.
1. Kandang Fase Brooding (Boks Pemanas)
Fase brooding adalah masa paling
krusial dalam siklus hidup kalkun, yakni sejak menetas hingga usia sekitar 4-8
minggu. Pada masa ini, anak kalkun (poult) belum mampu meregulasi suhu tubuhnya
sendiri secara sempurna.
1) Desain & Konstruksi: Biasanya
berbentuk boks tertutup yang terbuat dari kayu atau papan triplek tebal untuk
menahan angin kental. Lantai kandang harus dilapisi dengan alas (litter) yang
empuk seperti sekam padi, serutan kayu, atau koran bekas untuk mencegah kaki
anak kalkun lecet atau terkilir.
2) Fitur Utama: Elemen terpenting adalah
lampu pemanas (brooder) yang berfungsi sebagai pengganti induk. Suhu ideal
harus dijaga pada kisaran 35°C di minggu pertama dan diturunkan secara
bertahap.
3) Aspek Edukasi: Pastikan sudut boks
dibuat melengkung atau tidak menyiku tajam. Anak kalkun memiliki insting
menumpuk jika merasa takut; sudut kandang yang siku dapat menyebabkan anak
kalkun di posisi paling bawah mati terhimpit.
2. Kandang Sistem Intensif (Kandang Tertutup)
1) Kandang sistem intensif adalah model
di mana kalkun menghabiskan seluruh waktunya di dalam ruangan. Sistem ini
biasanya dipilih untuk tujuan penggemukan cepat atau produksi daging komersial.
2) Desain & Konstruksi: Menggunakan
bangunan permanen dengan sirkulasi udara yang sangat baik. Lantai bisa berupa
semen yang dilapisi sekam atau sistem lantai panggung (bilah bambu/kawat) untuk
memudahkan pembuangan kotoran.
3) Keunggulan: Kontrol terhadap penyakit
jauh lebih mudah karena kalkun tidak bersentuhan dengan tanah luar yang mungkin
terkontaminasi. Pertumbuhan bobot badan jauh lebih cepat karena energi yang
didapat dari pakan tidak terbuang untuk aktivitas bergerak berlebih.
4) Manajemen Ruang: Mengingat ukuran
kalkun dewasa yang sangat lebar, kepadatan kandang harus dijaga. Idealnya, satu
ekor kalkun dewasa membutuhkan ruang minimal 1–1,5 meter persegi agar tidak
terjadi kanibalisme akibat stres kepadatan.
3. Kandang Semi-Intensif (Model Koloni
dengan Umbaran)
Ini adalah jenis kandang yang paling
direkomendasikan untuk peternak menengah. Sistem ini menggabungkan bangunan
tertutup (untuk tidur dan berteduh) dengan area terbuka yang dipagar keliling.
1) Desain & Konstruksi: Terdiri dari
sebuah rumah permanen sederhana untuk tempat pakan, minum, dan bertelur, yang
terhubung langsung dengan halaman luas. Pagar luar harus cukup tinggi (minimal
2 meter) karena meski berat, kalkun masih memiliki kemampuan terbang pendek
yang cukup baik.
2) Keunggulan: Kalkun mendapatkan sinar
matahari yang cukup dan udara segar, yang sangat krusial untuk pembentukan
vitamin D dan kekuatan tulang kaki. Selain itu, kalkun bisa mencari pakan alami
tambahan seperti rumput, serangga, atau cacing yang meningkatkan kualitas gizi
daging mereka.
3) Fasilitas Tambahan: Di area umbaran,
sebaiknya disediakan "tenggeran" dari kayu atau bambu. Kalkun
memiliki insting purba untuk tidur di tempat tinggi guna menghindari predator
darat.
4. Kandang Sistem Free-Range (Sistem
Pastura)
Sistem free-range atau umbaran bebas
biasanya diterapkan pada lahan perkebunan atau padang rumput yang luas. Kalkun
dibiarkan berkeliaran bebas sepanjang hari dan hanya digiring masuk ke kandang
sederhana saat malam hari.
1) Desain & Konstruksi: Fokus
utamanya bukan pada bangunan, melainkan pada pemagaran area yang sangat luas
(seringkali menggunakan pagar elektrik portabel). Kandang malam hari biasanya
berupa bangunan portabel yang bisa dipindah-pindah (turkey tractor) untuk
meratakan pemupukan tanah dari kotoran kalkun.
2) Keunggulan: Biaya pakan dapat ditekan
secara signifikan hingga 30-40% karena kalkun aktif merumput. Daging kalkun
yang dipelihara secara free-range dikenal lebih padat, rendah lemak, dan
memiliki cita rasa yang lebih kuat sehingga memiliki harga jual yang lebih
premium di pasar organik.
3) Tantangan: Risiko pemangsa (anjing
liar, musang, atau ular) jauh lebih tinggi. Selain itu, pemantauan kesehatan
individu menjadi lebih sulit dibandingkan sistem intensif.