Optimalisasi Ayam Potong dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Selasa, 27 Januari 2026 09:01 Podomoro Feedmill

Optimalisasi Ayam Potong dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Keberhasilan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada skala nasional bertumpu pada satu pilar utama kualitas dan keamanan sumber protein. Ayam potong (broiler) dipilih sebagai komoditas strategis karena memiliki rantai pasok yang paling siap, diterima oleh seluruh lapisan masyarakat (universal), dan memiliki efisiensi konversi pakan menjadi protein yang sangat tinggi.

Artikel ini menyusun standar baku pengelolaan ayam potong, mulai dari kriteria pemilihan bahan hingga strategi distribusi untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak nutrisinya secara maksimal.

 

1.      Standar Mutu dan Spesifikasi Bahan Baku

 

Untuk menjamin keamanan pangan bagi jutaan siswa, kualitas ayam tidak boleh ditawar. Ayam harus memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

 

1)      Sertifikasi: Pemasok wajib memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikat Halal yang valid.

2)      Kondisi Fisik: Daging harus berwarna merah muda segar (tidak kebiruan atau pucat pasi), tekstur kenyal (elastis), dan tidak memiliki aroma asam atau amis yang menyengat.

3)      Keamanan Mikroba: Bebas dari residu antibiotik dan bakteri patogen seperti Salmonella sp. serta Escherichia coli yang sering menjadi penyebab keracunan massal.

4)      Formasi Potongan: Ayam Utuh (Karkas): Berat rata-rata 0,9 kg – 1,2 kg untuk kemudahan pembagian porsi.

5)      Parting (Potong 10/12): Standar pemotongan yang memastikan distribusi daging dan tulang yang adil antar porsi siswa.

 

2.      Standar Porsi Berdasarkan Jenjang Pendidikan

 

Kebutuhan protein harian berbeda seiring bertambahnya usia. Program MBG membagi standar berat matang sebagai berikut:

 

1)      PAUD & TK (40g – 50g): Fokus pada potongan tanpa tulang (fillet) atau daging yang mudah dikunyah untuk mencegah risiko tersedak.

2)      Sekolah Dasar (60g – 75g): Porsi standar yang mencakup satu potong ayam ukuran sedang (misal: paha bawah atau potongan dada kecil).

3)      SMP & SMA (80g – 100g): Porsi lebih besar untuk mendukung lonjakan pertumbuhan (growth spurt) dan aktivitas fisik remaja yang tinggi.

 

3.      Teknik Pengolahan untuk Mempertahankan Nutrisi

 

Pengolahan dalam jumlah besar seringkali mengorbankan nutrisi jika tidak diawasi. Berikut adalah metode yang direkomendasikan dalam standar MBG:

 

A.      Metode Kelembapan Tinggi (Moist Heat)



Memasak dengan teknik ungkep, tim, atau sop sangat dianjurkan. Selain menjaga daging tetap lembut, teknik ini meminimalisir penggunaan minyak goreng yang berlebihan, sehingga kalori yang masuk adalah kalori berkualitas, bukan lemak jenuh.

 

B.      Metode Pemanggangan (Roasting/Baking)



Menggunakan oven besar atau pan-seared untuk mendapatkan aroma "smoky" tanpa harus menggoreng dalam rendaman minyak (deep frying). Ini membantu menjaga kadar protein dan vitamin B12 yang sensitif terhadap suhu ekstrem.

 

C.      Larangan Penggunaan Bahan Tambahan Berbahaya



Dilarang keras menggunakan pewarna tekstil (Metanil Yellow), pengawet (Formalin), atau penggunaan MSG (penyedap rasa) yang melampaui ambang batas harian untuk anak-anak. Rasa gurih harus diekstraksi dari kaldu alami tulang ayam.

 

4.      Manajemen Rantai Dingin (Cold Chain Management)

 

Ayam adalah bahan makanan kategori High Perishable (sangat mudah rusak). Kerusakan protein dimulai hanya dalam waktu 4 jam pada suhu ruang.

 

1)      Penerimaan: Suhu daging saat diterima dari pemasok tidak boleh lebih dari 4°C.

2)  Penyimpanan: Jika tidak langsung dimasak, ayam wajib disimpan di Freezer dengan suhu minimal -18°C.

3)      Thawing (Pencairan): Dilarang merendam ayam beku dalam air panas. Pencairan harus dilakukan di dalam lemari pendingin (chiller) selama 12-24 jam sebelum dimasak untuk mencegah pertumbuhan bakteri di permukaan daging.

 

5.      Pengawasan dan Edukasi Nutrisi

 

Program MBG bukan sekadar memberikan makanan di piring, tetapi juga sarana edukasi. Setiap sajian ayam harus disertai dengan:

 

1)      Kontrol Porsi: Pastikan tidak ada "porsi ganda" atau "porsi kurang" yang merusak perhitungan gizi harian.

2)      Edukasi Protein: Memberikan pemahaman kepada siswa bahwa protein ayam adalah "batu bata" untuk membangun tubuh yang kuat dan otak yang cerdas.

 

Dengan standarisasi yang ketat pada menu ayam potong ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi lokomotif utama dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi emas Indonesia yang kompetitif secara global.