Sabtu, 24 Januari 2026 09:01 Podomoro Feedmill
Saat berbelanja susu di supermarket,
Anda mungkin sering melihat dua jenis susu cair yang paling populer: Susu UHT
(Ultra High Temperature) dan Susu Pasteurisasi. Meski keduanya berasal dari
susu sapi segar, proses pengolahan yang berbeda memberikan karakteristik yang
sangat kontras.
Berikut adalah penjelasan mendalam
mengenai perbedaan keduanya:
1. Suhu Pemanasan dan Sterilisasi
Perbedaan paling mendasar terletak
pada cara susu ini diproses untuk membunuh bakteri.
1) Susu Pasteurisasi: Dipanaskan pada
suhu rendah sekitar 72°C – 85°C selama kurang lebih 15 detik. Proses ini hanya
membunuh bakteri patogen (penyebab penyakit), namun tidak membunuh seluruh
mikroorganisme atau spora bakteri.
2) Susu UHT: Dipanaskan pada suhu yang
sangat tinggi, mencapai 135°C – 150°C dalam waktu singkat (hanya 2 – 5 detik).
Suhu ekstrem ini mensterilkan susu sepenuhnya dari segala jenis bakteri dan
spora.
2. Kualitas Nutrisi dan Rasa
1) Susu Pasteurisasi: Karena suhu pemanasannya
lebih rendah, nutrisi alami, protein, dan enzim di dalamnya relatif lebih
terjaga dan tidak banyak berubah strukturnya. Rasanya pun paling mendekati susu
sapi murni, terasa lebih segar dan creamy.
2) Susu UHT: Pemanasan suhu tinggi
menyebabkan beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas sedikit berkurang.
Namun, produsen biasanya menambahkan kembali nutrisi tersebut (fortifikasi).
Dari segi rasa, susu UHT cenderung sedikit lebih manis karena terjadi
karamelisasi gula susu (laktosa) akibat suhu panas.
3. Ketahanan dan Cara Penyimpanan
Ini adalah perbedaan yang paling
krusial bagi konsumen dalam hal penyimpanan di rumah.
1) Susu Pasteurisasi: Memiliki masa
kedaluwarsa yang sangat singkat, biasanya hanya bertahan 7 hingga 14 hari. Susu
ini wajib selalu disimpan di dalam rak pendingin (chiller), baik sebelum maupun
sesudah kemasan dibuka. Jika diletakkan di suhu ruang, susu ini akan cepat
basi.
2) Susu UHT: Memiliki daya simpan yang
sangat lama, bisa bertahan antara 6 hingga 12 bulan selama kemasannya belum
dibuka. Kelebihannya, susu ini bisa disimpan di suhu ruang tanpa perlu kulkas.
Namun, begitu kemasannya dibuka, susu UHT harus segera masuk ke kulkas dan
dihabiskan dalam waktu sekitar 4-7 hari.