Peternak Menjerit, Panen Malah Tekor: Ironi Harga Ayam di Bawah HPP

Kamis, 21 Agustus 2025 09:08 Podomoro Feedmill

Di tengah upaya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat, peternak ayam rakyat dihadapkan pada kenyataan pahit: harga jual ayam di bawah harga pokok produksi (HPP). Kondisi ini membuat mereka bukannya untung saat panen, melainkan justru merugi.

Menurut Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PER-MINDO), harga ayam hidup di kandang hanya berkisar antara Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah HPP yang sebenarnya, yaitu sekitar Rp 19.500 sampai Rp 21.000 per kilogram.

Mengapa Harga Anjlok dan Peternak Merugi?

Ada beberapa faktor yang membuat peternak kecil berada di posisi yang sangat sulit:

1.Harga Pokok Produksi yang Tinggi: Biaya pakan, bibit ayam (DOC), dan obat-obatan terus naik. Hal ini membuat HPP peternak terus membengkak.

2.Tidak Punya Pilihan: Berbeda dengan perusahaan besar (integrator) yang memiliki fasilitas penyimpanan dingin dan jaringan distribusi, peternak kecil tidak memiliki pilihan selain menjual ayam mereka segera setelah panen.

3.Rantai Distribusi yang Panjang: Panjangnya jalur distribusi membuat harga di tingkat peternak sangat rendah, sementara harga di tingkat konsumen bisa tetap stabil atau bahkan tinggi.

4.Perbedaan Perhitungan Harga: Adanya perbedaan cara perhitungan harga antara peternak dan Rumah Potong Ayam (RPA) juga menambah kerugian.

Jika masalah harga ayam di bawah HPP terus berlanjut, peternak kecil terancam bangkrut, yang membahayakan ketahanan pangan nasional karena pasar akan didominasi oleh segelintir perusahaan besar. Oleh karena itu, PER-MINDO mendesak pemerintah untuk segera bertindak dengan menetapkan harga acuan yang adil, menciptakan transparansi harga, dan memperkuat koperasi peternak. Dengan dukungan ini, peternak rakyat bisa kembali untung dan pasokan ayam di Indonesia tetap aman serta stabil.
Menurut Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PER-MINDO), harga ayam hidup di kandang hanya berkisar antara Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram.
Bagikan :