Di dunia peternakan unggas pedaging (broiler), pemilihan strain ayam sangat menentukan roda keuntungan bisnis. Salah satu nama besar yang menjadi andalan para peternak skala kecil hingga industri korporasi global adalah strain Ross. Ayam strain Ross adalah ayam komersial hasil persilangan genetika modern yang difokuskan untuk menghasilkan daging berkualitas dalam waktu singkat.
Di Indonesia, selain strain Cobb, Ross menjadi primadona karena daya tahan tubuhnya yang adaptif terhadap iklim tropis dan performa pertumbuhannya yang stabil. Sifat genetisnya dirancang agar nutrisi dari pakan langsung diubah menjadi massa otot (daging), terutama di bagian dada, yang merupakan bagian bernilai jual paling tinggi.
Ciri-Ciri Khas Ayam Strain Ross
Untuk membedakannya dengan strain broiler lain, ayam Ross memiliki beberapa karakteristik fisik dan performa yang sangat menonjol:
1.Postur Tubuh Lebar dan Dada Bidang
Ciri fisik paling kentara dari ayam Ross adalah bentuk tubuhnya yang tampak "tegap dan kotak." Otot dadanya berkembang dengan sangat tebal dan lebar. Potongan daging dada (breast meat) yang dihasilkan dari strain ini jauh lebih melimpah dibandingkan strain lainnya, menjadikannya favorit industri filet ayam.
2.Pertumbuhan Bobot Badan yang Sangat Cepat
Ayam Ross memiliki laju pertumbuhan harian (Daily Gain) yang sangat progresif. Hanya dalam waktu sekitar 30 sampai 35 hari, ayam ini sudah mampu mencapai bobot standar pasar, yaitu sekitar 1,8 hingga lebih dari 2 kilogram, asalkan manajemen kandang dan pakannya optimal.
3.Nilai FCR (Feed Conversion Ratio) yang Sangat Bagus
Efisiensi pakan adalah keunggulan utama Ross. Nilai FCR-nya tergolong rendah, yang artinya ayam ini tidak butuh mengonsumsi terlalu banyak pakan untuk mengubahnya menjadi satu kilogram daging. Karakteristik ini sangat membantu peternak dalam menekan biaya operasional pakan yang kian mahal.
4.Kerangka Kaki yang Sangat Kokoh
Karena genetisnya dirancang untuk menopang badan yang cepat besar dan berat, ayam Ross dibekali dengan struktur tulang kaki yang besar, kuat, dan kokoh. Hal ini meminimalkan risiko ayam mengalami kelumpuhan akibat tidak kuat menahan beban tubuhnya sendiri menjelang masa panen.
5.Bulu Putih Bersih dan Kulit Kuning Alami
Secara visual, ayam Ross memiliki bulu berwarna putih bersih tanpa corak lain. Kulitnya cenderung memiliki pigmen kuning cerah yang sehat alami setelah dipotong, sebuah tampilan karkas yang sangat disukai oleh konsumen di pasar tradisional maupun modern.