Dampak Kelebihan Serat Kasar Pada Ayam

  • Sabtu, 20 Maret 2021 12:03
  • Podomoro Feedmill
Kandungan nutrisi pakan harus diperhatikan, karena salah satu permasalahan pada nutrisinya paling banyak pada...

Kandungan nutrisi pakan harus diperhatikan, karena salah satu permasalahan pada nutrisinya paling banyak pada kandungan serat kasarnya.  Menurut para ahli, bahwa jenis serat dan sumber serat pada pakan unggas (ayam) akan berdampak pada performa dan perubahan morfologi organ dalam terutama saluran pencernaan. Unggas memiliki kemampuan yang rendah dalam memanfaatkan serat kasar, tetapi tetap membutuhkannya dalam jumlah kecil serta dapat memengaruhi histologi saluran pencernaan.

 

Serat Kasar Pada Pakan Ayam

 

Serat kasar merupakan salah satu zat makanan penting dalam pakan ayam. Karena berfungsi merangsang gerak peristaltik (meremas) pada saluran pencernaan, sehingga proses pencernaan  berjalan dengan baik. Kebutuhan serat pakan pada beberapa jenis unggas berbeda-beda tergantung jenisnya, puyuh maksimal 7%, itik maksimal 8% sedangkan ayam pedaging maksimal 6% (SNI, 2006). Jika ayam kelebihan serat kasar, maka akan berpengaruh pada saluran cerna ayam. Berikut menurut para ahli mengenai respon dari masing-masing organ cerna yang diberikan pakan serat kasar tinggi :

 

1. Tembolok, Proventriculus, Gizzard 

 

Tossaporn (2013), menyatakan tidak ada pengaruh perbedaan nyata serat kasar terhadap tembolok dan proventikulus, hal ini menunjukan peningkatan serat kasar masih dapat ditolerir oleh beban kerja dari tembolok dan proventikulus. Muangkeow (2011) yang menyatakan terjadi peningkatan bobot gizard seiring peningkatan serat kasar. Gizzard merupakan alat pencernaan yang berperan sebagai pencerna mekanik sehingga tekstur pakan yang lebih keras akibat serat kasar tinggi dapat memicu pertumbuhan gizzard.

 

2. Hati dan Pankreas

 

Peranan hati adalah pusat metabolisme zat dan penawar racun, sedangkan pankreas bekerja dalam menghasilkan enzim pencernaan. Hatta (2005) menjelaskan bahwa semakin tinggi kandungan serat pada pakan semakin rendah konsumsi pakan dan semakin rendah energinya. Sehingga aktivitas organ hati semakin meningkat saat melakukan fungsinya sebagai penghasil energi berbagai aktivitas ternak. Besarnya bobot hati disebabkan oleh kerja hati yang semakin berat pada proses detoksifikasi sehingga kebengkakan hati terjadi. Detoksifikasi adalah proses normal dari tubuh untuk membuang atau menetralkan racun melalui hati, usus besar, ginjal, paru-paru, dan kulit. Sedangkan pada pankreas tidak menunjukkan perbedaan bobot yang nyata.

 

3. Doudenum, Jejenum dan Ileum

 

Peningkatan kadar serat dalam ransum cenderung memperpanjang usus. Semakin tinggi kadar serat kasar dalam ransum, maka proses pencernaan dan penyerapan nutrisi akan semakin lambat. Amrullah (2004) menyatakan bahwa pakan yang banyak mengandung serat akan menimbulkan perubahan ukuran saluran pencernaan, sehingga menjadi lebih berat, lebih panjang, dan lebih tebal. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi tingkat serat kasar ransum semakin tinggi bobot usus halus (Duodenum, jejunum dan ileum). Yayi dkk (2005) melaporkan penggunaan pakan berserat tinggi dalam ransum secara nyata menurunkan performa, meningkatkan bobot gizzard dan usus halus.

 

4. Sekum (usus buntu) 

 

Sekum merupakan saluran pencernaan yang berfungsi sebagai tempat pencernaan secara mikrobial (bantuan mikroba) dengan tujuan untuk mencerna nutrisi yang tidak terserap di usus halus khususnya serat dan nitrogen. Peningkatan bobot sekum disebabkan peningkatan aktivitas pencernaan nutrisi yang tidak terserap di usus halus sebagai dampak berkurangnya kecernaan pakan di usus (Syarifi dkk., 2012).

 

Jika peternak tetap tertarik membeli pakan jadi maka belilah produk pakan pada perusahaan yang memiliki treck record yang bagus. Sebelum pakan diberikan pada ayam pastikan cek kandungan nutrisinya. Semoga bermanfaat.

 

Cara Mengontrol Kualitas Pakan