Standart Kualitas Air Pada Peternakan


2020-01-07


Air merupakan hal yang penting bagi tubuh ayam karena menjadi komponen penyusun terbesar, yaitu mencapai 60-85% dari seluruh bagian tubuhnya. Dari persentase tersebut bisa kita ketahui bahwa air mempunyai fungsi dan peranan yang begitu besar dan signifikan. Ayam mampu bertahan 15-20 hari tanpa ransum, namun tanpa air 2-3 hari bisa mati. Begitu pentingnya air, maka perlu diperhatikan baik kualitas maupun kuantitas yang diberikan ke ayam.

Pada suatu peternakan air merupakan hal yang termasuk penting dalam hal evaluasi, jika dalam suatu peternakan ada penurunan jumlah air maka bisa di kategorikan telah terjadi suatu masalah pada kondisi ternak. Evaluasi bisa disebabkan karena telah masuknya suatu penyakit, kondisi tempat air yang kotor, tidak meratanya distribusi air, kualitas air tidak bagus misal telah terjadi kontaminasi, warna yang tidak jernih, dan ada bau yang menyengat.

Penyakit yang terdapat dalam air dapat disebabkan oleh adanya kontaminasi bakteri E. coli yang terdapat di tempat minum ternak, serta sanitasi kandang yang buruk dan terdapat banyak debu. Hal ini sesuai dengan pendapat Tarmuji (2003) yang menyatakan bahwa lingkungan dan kandang yang kotor serta berdebu dan sumber air minum yang terkontaminasi feses mempunyai kandungan E.coli yang tinggi.

Kualitas air akan sangat berpengaruh pada performa ayam, maka dari itu sangat penting untuk mengetahui standart kualitas air pada peternakan.

Standart kualitas air diukur melalui parameter fisik, kimia dan biologi. Parameter fisik meliputi warna, bau dan kejernihan air. Parameter kimia air meliputi pH, klorida, nitrat dan nitrit, kesadahan dan kandungan besi (Fe). Sedangkan parameter biologi diukur dari jumlah dan ada atau tidaknya cemaran bakteri coliform,E. coli dan Salmonella sp. 

Cara dalam menjaga kualitas air dalam suatu peternakan yaitu :

  1. Rutin dalam melakukan uji kualitas air, kegiatan ini sangat penting dilakukan karena jika terjadi kontaminasi pada air bisa diketahui dan dicegah sejak dini. Pengujian rutin bisa dilakukan pada setiap pergantian musim, karena disaat itulah kadar air berubah-ubah.
  2. Treatmen air, setelah mengetahui apa yang menjadi agen penyebab penyebaran kontaminasi pada air bisa mentreatmen sesuai dengan masalah yang ditimbulkan. Misal menggunakan Sinar UV agar dapat membunuh bakteri E.Coli yang terkandung dalam air, sehingga keadaan air bisa netral kembali.
  3. Selalu menjaga kebersihan pada peralatan, minimal dengan rajin membersihkan wadah air yang digunakan 1 minggu 2 kali. Menjaga lingkungan kandang sehingga tidak kotor yang bisa juga menimbulkan kontaminasi pada air minum.

Penggunaan air untuk minum ternak haruslah memperhatikan kualitas standar air tersebut serta tempat pengambilan air untuk konsumsi ternak, apabila pengambilan air di tempat yang banyak mengandung kotoran maka unggas tersebut berpotensi terpapar berbagai penyakit.



Share Whatsapp

Isikan Komentar Anda


Info Lain

Cek Sistem Beternak Ayam Paling Efektif

Setiap peternak mempunyai sistem pemeliharaan sendiri terhadap ternak ayamnya. Hal ini juga tergantung dari jenis ternak ayamnya, bisa

Ceker Ayam Kaya Akan Kolagen ?

Menurut para ahli, jumlah kolagen pada ceker ayam memiliki jumlah yang sama dengan...

Sesuaikan Ragam Jenis Pemanas dengan Kebutuhan Kandang

Brooding adalah dimana masa DOC membutuhkan penghangat

Faktor Penyebab Perhitungan Daging Karkas Ayam Berubah

Ayam karkas adalah ayam yang sudah dibului (bulu sudah diambil), dipotong kepala dan...

Cara Simpan Telur Konsumsi yang Baik dan Benar

Tips-tips berikut ini dapat meminimalisir telur terhindar dari bakteri jahat, seperti salmonella...

Apa Sih Manfaat Kuning Telur?

Sebagian masyarakat menganggap kuning telur banyak mengandung lemak dan kalori, sehingga konsumsi...