Sesuaikan Ragam Jenis Pemanas dengan Kebutuhan Kandang

  • Senin, 06 Januari 2020 08:01
  • Podomoro Feedmill
<p>Brooding adalah dimana masa DOC membutuhkan penghangat</p>

Brooding adalah dimana masa DOC membutuhkan penghangat buatan untuk mempertahankan kehidupan. Masa brooding ayam biasanya berlangsung dari umur 1-14 hari. Masa brooding sangat berpengaruh pada keberhasilan performan ayam nantinya.

Suhu yang Dibutuhkan
Sebelum berbicara soal beragam alat pemanas, perlu diketahui terlebih dahulu suhu yang dibutuhkan oleh anak ayam. Dalam pertumbuhannya dibutuhkan suhu pemanas yang berbeda-beda sesuai dengan umur anak ayam dan perkembangan bulunya, seperti pada tabel berikut.

Kebutuhan Suhu Pemanas DOC

No. Umur (hari)  Suhu Dibutuhkan (oC)
1 0-3 32-35
2 4-7 29-34
3 8-14 27-31
4 15-21 25-27

Sumber: Berbagai sumber.

Fase Brooding sendiri membutuhkan mesin pemanas untuk mengoptimalkan suhu agar sesuai dengan kehendak kita. Terdapat banyak jenis pemanas di berbagai wilayah yang digolongkan berdasarkan sumber pembakarannya. Ada yang berupa minyak tanah, kayu bakar, briket batubara, gas, maupun listrik. Masing masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri, peternak hanya tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang ada. Karena semakin canggih suatu pemanas, investasi untuk alat juga akan semakin tinggi namun memberikan efisiensi dalam jangka waktu yang panjang.

Berbagai jenis pemanas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu-persatu sesuai golongan sumber pembakarannya :

  1. Pemanas minyak tanah (Semawar)
    Pemanas semawar banyak digunakan pada waktu yang lalu saat bahan bakar minyak tanah masih mudah didapat dan belum mahal harganya. Penggunaan pemanas model ini perlu seringkali dikontrol jangan sampai adanya selang yang bocor, karena rawan terjadinya kebakaran. Untuk menaikkan/menurunkan suhu pemanas yaitu dengan meninggikan/menurunkan posisi tangki minyak tanah.

Pemanas semawar bisa berbahan dasar gas maupun minyak tanah. Namun seiring dengan semakin langka dan mahalnya minyak tanah, maka penggunaan semawar yang berbahan dasar minyak tanah banyak dimodifikasi oleh peternak menjadi berbahan solar. Pemanas jenis semawar memang pemanas yang paling mudah didapat, harganya murah, serta didukung dengan bahan bakar yang sangat mudah untuk dijangkau. Pemanas jenis semawar dapat digunakan untuk populasi 500-1.500 ekor. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika menggunakan pemanas semawar yang berbahan dasar minyak tanah atau solar. Perhatikan saluran selang atau pipa, pastikan tidak ada yang bocor karena bahan bakar minyak sangat mudah terbakar. Ketika ada kebocoran, maka bahan bakar tersebut sangat berpotensi menyebabkan kebakaran.

 

Cara kerja jenis pemanas semawar ini memindahkan energi panas dari pembakaran minyak secara konveksi, di mana panas yang dihasilkan melalui perantara udara. Udara di sekitar pemanas akan terasa sangat panas, lalu bergerak ke arah suhu yang lebih rendah. Maka kelemahan dari pemanas tipe ini adalah lebih boros bahan bakar karena panas yang dihasilkan akan cepat menguap ke udara. Selain itu pemanasan dengan tipe konveksi, panas yang dihasilkan akan dialirkan melalui udara. Akibatnya, pada kandang dengan karakteristik kelembapan tinggi, panas yang dirasakan anak ayam akan jauh lebih tinggi dan nilai temperature and humidity index (THI) akan melebihi ambang batas.


b. Pemanas briket batubara
Model pemanas briket batubara mulai muncul pada tahun 1993, pemanas ini mampu menghangati sekitar 750-1.200 ekor DOC. Dalam menyusun dan menyalakan pemanas briket batubara sebaiknya di luar area perkandangan agar asap yang pertama ditimbulkan tidak mencemari lingkungan dalam kandang yang berdampak buruk bagi DOC. Pemanas briket batubara adalah alternatif untuk menjadi pilihan di tengah melambungnya harga gas dan minyak tanah. Kebutuhan luas area untuk pemanas briket batubara bisa dilihat pada tabel berikut:

Kebutuhan Luas Area Pemanas Briket Batubara

No. Umur DOC (hari) Jumlah DOC/m2 (ekor)
1 0 60
2 3 40
3 5 30
4 7 20
5 9 15
6 12 10

Sumber: “Briket batubara solusi pemanas unggas”, 2008.


c. Pemanas kompor sekam
Model pemanas ini termasuk paling sederhana, daya tampung DOC yang terhangatkan 100-500 ekor. Pemanas kompor sekam tidak memiliki pengatur suhu, sehingga bila panas diterima DOC berlebihan sulit dinetralisir. Selain itu, asap yang keluar dari hasil pembakaran sekam sedikit banyak mengancam pernafasan DOC dan mencemari lingkungan. Namun, kini pemanas ini jarang digunakan lagi oleh para peternak dikarenakan asap yang dikeluarkan dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan DOC.


d. Pemanas listrik (bohlam pijar)
Jenis pemanas listrik adalah yang paling sederhana, memiliki resiko kecil walaupun membutuhkan biaya energi yang mahal dengan daya tampung DOC yang terhangati relatif sedikit (hanya bisa digunakan pada kandang kotak panggung berukuran 1m x 1m x 0,5m). Sarana yang digunakan cukup sebuah kotak/kandang panggung kayu yang dilengkapi lampu pijar 40-100 watt, berkapasitas hanya 100-250 ekor DOC. Model pemanas ini banyak digunakan DOC ayam kampung dan dianggap lebih aman dari serangan predator, di samping terbukti mampu menekan angka kematian ternak.

Kelebihan pemanas listrik (lampu pijar) mudah digunakan dan diatur nyala-matinya, hanya saja sedikit lebih boros biaya listrik dan sulit mengatur kebutuhan suhu sesuai yang dibutuhkan DOC untuk peternakan ayam skala besar.


e. Pemanas gas (gasolec)
Gasolec sudah umum digunakan para peternak ayam baik skala kecil maupun besar. Penggunaan gasolec relatif lebih praktis dan aman (tidak mengeluarkan asap dan bunyi berisik) baik bagi ayam maupun peternaknya, karena dilengkapi dengan regulator pengatur besar-kecilnya aliran gas dan tingginya suhu yang dibutuhkan. Pemanas gas mampu menghangatkan 1.000-1.500 ekor DOC. Radius yang terjangkau 5m x 6m, ketinggian dari alas/sekam bisa diatur sendiri dengan perawatan yang rutin.

Prinsip kerja pemanas ini adalah gas masuk melalui safety device menuju pipa venturi, karena ada aliran gas di pipa venturi, maka udara luar akan terhisap melalui saringan udara. Setelah itu, campuran antara gas dan udara masuk ke ruang pembakaran, dan di sinilah terjadi proses pembakaran di mana kemudian keramik memanas dan menghasilkan panas.

Keuntungan tipe pemanas ini adalah efisien dalam konversi penggunaan bahan bakar menjadi panas di dalam kandang. Bahan bakar untuk tipe pemanas ini juga tersedia di pasaran, yaitu menggunakan gas sesuai dengan kebutuhan peternak. Jika untuk kandang dengan populasi kecil, bisa juga menggunakan gas dengan ukuran 12 kilogram atau jika peternak dengan skala usaha di atas 10.000 ekor, bisa menggunakan tabung gas industri ukuran 50 kilogram yang nantinya dipasang paralel sesuai dengan jumlah populasi di dalam kandang.

Demikian pembahasan mengenai pemanas (brooder) yang berperan sangat penting di awal pemeliharaan ayam dalam menekan resiko kematian, semoga bermanfaat.