New Zealand dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem peternakan domba terbaik di dunia. Bahkan, jumlah domba di negara ini pernah mencapai lebih dari lima kali jumlah penduduknya. Keberhasilan tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari penerapan sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan. Lalu, seperti apa sebenarnya peternakan domba ala New Zealand, dan apa yang bisa diterapkan di Indonesia?
1.Sistem Penggembalaan Alami
Domba dipelihara dengan free grazing di padang rumput luas. Rumput menjadi pakan utama, sehingga biaya pakan rendah dan ternak lebih sehat.
2.Manajemen Pakan Terukur
Peternak mengatur rotasi padang rumput (rotational grazing) agar kualitas hijauan tetap optimal dan tanah tidak rusak.
3.Bibit Unggul
New Zealand fokus pada genetika domba berkualitas tinggi, seperti Merino dan Romney, yang unggul dalam produksi daging dan wol.
4.Teknologi & Data
Penggunaan ear tag elektronik, pencatatan digital, dan monitoring kesehatan membantu meningkatkan produktivitas dan menekan kerugian.
5.Kesejahteraan Hewan
Standar animal welfare diterapkan ketat: stres rendah, lingkungan bersih, dan penanganan ternak yang baik.
6.Orientasi Pasar Ekspor
Produksi domba disesuaikan dengan standar global, sehingga daging dan wol New Zealand diterima luas di pasar internasional.
Peternakan domba ala New Zealand adalah contoh sukses bagaimana alam, teknologi, dan manajemen modern dapat berjalan seimbang. Sistem ini menghasilkan ternak berkualitas tinggi dengan biaya produksi rendah dan keberlanjutan jangka panjang.
Bagi peternak Indonesia, model ini bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan peternakan domba yang lebih efisien, modern, dan berdaya saing.