Fungsi REM Sleep pada Unggas

Sabtu, 25 Juli 2026 14:07 Podomoro Feedmill

Bagi banyak peternak maupun masyarakat umum, tidur pada unggas kerap dianggap sekadar fase istirahat pasif saat di mana ayam, bebek, atau burung memejamkan mata dan menghentikan aktivitas fisiknya di malam hari. Namun, penelitian ilmiah terkini di bidang neurobiologi dan perilaku hewan (animal behavior) mengungkap tabir yang jauh lebih menakjubkan unggas tidak hanya sekadar tertidur pulas, tetapi juga mengalami fase tidur lelap bergelombang otak aktif yang dikenal sebagai REM (Rapid Eye Movement) Sleep.

Fenomena ini membuktikan bahwa struktur otak dan kehidupan spasial psikologis unggas jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Memahami bagaimana REM sleep bekerja pada unggas bukan sekadar pemuas rasa ingin tahu ilmiah, melainkan sebuah kunci penting dalam mengoptimalkan manajemen kandang, kesehatan neurologis, hingga efisiensi produksi peternakan modern.

1. Apa Itu Rem Sleep Pada Unggas?

Rapid Eye Movement (REM) sleep adalah salah satu tahap tidur unik yang ditandai dengan pergerakan mata yang cepat di bawah kelopak yang terpejam, hilangnya tonus otot secara mendadak (atonia), serta lonjakan aktivitas gelombang otak yang hampir serupa dengan kondisi saat hewan dalam keadaan terjaga.

Pada mamalia dan manusia, fase REM identik dengan momen bermimpi. Menariknya, unggas adalah satu-satunya kelompok vertebrata non-mamalia yang terbukti secara konsisten mengalami fase tidur REM ini. Struktur otak unggas yang memiliki area asosiasi tingkat tinggi (seperti hyperpallium dan nidopallium) memungkinkan pemrosesan memori dan stimulasi visual tingkat lanjut saat mereka tertidur.

2. Fungsi REM Sleep bagi Kesehatan dan Performa Unggas

Mengapa fase tidur yang berlangsung dalam hitungan detik ini sangat krusial bagi unggas di peternakan? Sains menunjukkan beberapa fungsi utamanya:

A. Konsolidasi Memori dan Pembelajaran (Memory Consolidation)

Sepanjang hari, unggas memproses ribuan stimulus visual dan sensorik—mulai dari mengenali lokasi talang pakan, beradaptasi dengan hirarki kelompok (pecking order), hingga membedakan tekstur pakan. Fase REM berfungsi sebagai "proses pengarsipan" di otak, di mana ingatan jangka pendek ditransfer menjadi ingatan jangka panjang. Ayam yang mendapatkan tidur REM berkualitas terbukti lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak gampang panik.

B. Pemulihan Neurofisiologis dan Pembersihan Metabolit Otak

Saat REM sleep terjadi, terjadi regulasi ulang pada neurotransmiter otak. Pembersihan sisa-sisa metabolit di jaringan saraf berlangsung optimal pada fase ini, mencegah stres oksidatif pada otak yang dapat memicu perilaku menyimpang seperti kanibalisme atau agresivitas tinggi.

C. Regulasi Hormon Reproduksi dan Pertumbuhan

Stres akibat gangguan tidur mengganggu kerja hipotalamus. Padahal, pelepasan hormon-hormon penting seperti Luteinizing Hormone (LH) untuk pematangan folikel telur pada ayam petelur (layer) dan hormon pertumbuhan (Growth Hormone) pada ayam pedaging (broiler) sangat bergantung pada ritme sirkadian dan kualitas tidur lelap yang stabil.

Rapid Eye Movement (REM) sleep adalah salah satu tahap tidur unik yang ditandai dengan pergerakan mata yang cepat di bawah kelopak yang terpejam, hilangnya tonus otot
Bagikan :