Kamis, 01 Oktober 2026 09:10 Podomoro Feedmill
Penyakit berak kapur tergolong masalah kesehatan yang kerap mengganggu ayam serta mampu memangkas produktivitas peternakan dalam waktu singkat. Dengan mengenali faktor pemicu serta tanda-tandanya sejak dini, penanganan serta pengobatan terhadap ayam yang sakit dapat berjalan jauh lebih optimal demi menjaga keamanan serta kesehatan lingkungan kandang.
Meski demikian, proses penyembuhan ini menuntut ketelatenan serta konsistensi yang tinggi agar kesehatan ayam bisa pulih dengan segera. Oleh karena itu, mari ikuti ulasan lengkap mengenai pemicu, ciri-ciri, beserta langkah-langkah praktis dan mudah untuk mengatasi berak kapur pada ayam melalui artikel ini!
A. Berak Kapur (Pullorum)
Penyakit berak kapur atau pullorum adalah penyakit infeksi yang menyerang ayam dan disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum. Penyakit ini paling sering menimbulkan masalah pada anak ayam, terutama pada umur awal kehidupan. Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah keluarnya kotoran berwarna putih yang menyerupai kapur, sehingga penyakit ini disebut sebagai penyakit berak kapur. Pullorum dapat menyebabkan kematian pada anak ayam dalam jumlah yang cukup tinggi. Selain itu, ayam yang berhasil bertahan hidup dapat menjadi pembawa bakteri sehingga berpotensi menularkan penyakit kepada ayam lainnya.
B. Cara Penularan Penyakit
Penyakit pullorum dapat menyebar melalui berbagai jalur yang efisien, membuat penyebarannya sulit dikendalikan tanpa biosekuriti yang ketat. Beberapa cara penularan utama meliputi:
1) Penularan Vertikal (Dari Induk ke Anak)
Bakteri dapat menginfeksi indung telur (ovarium) ayam induk yang bertelur. Akibatnya, telur yang dihasilkan sudah mengandung bakteri pullorum, sehingga anak ayam yang menetas langsung tertular sejak hari pertama kehidupan.
2) Penularan Horizontal (Antar Ayam)
Penularan terjadi secara langsung melalui kontak dengan ayam yang sakit atau karier (pembawa bakteri tanpa menunjukkan gejala klinis).
3) Lingkungan dan Peralatan Terkontaminasi
Pakan, air minum, litter (alas kandang), tempat pakan, serta peralatan kandang yang tercemar feses ayam terinfeksi menjadi media penularan yang sangat ampuh. Penularan juga bisa terjadi melalui debu dan bulu yang beterbangan di dalam kandang.
C. Gejala Klinis Penyakit Berak Kapur
Manifestasi klinis pullorum sangat bervariasi tergantung pada usia ayam, namun anak ayam berusia di bawah 3 minggu adalah kelompok yang paling rentan menunjukkan gejala berat.
Gejala pada Anak Ayam:
1. Feses Putih Seperti Kapur
Ini adalah ciri khas utama. Kotoran ayam encer, berwarna putih kapur atau seperti kapur tulis, dan sering kali menempel di sekitaran dubur (cloaca), menyebabkan bulu-bulu di area tersebut menggumpal dan menyumbat saluran pembuangan (pasty vent).
2. Lesu dan Mengantuk
Anak ayam tampak lemah, sering bergerombol di dekat sumber pemanas (indukan buatan), kepala menunduk, dan sayap menggantung.
3. Gangguan Pernapasan
Ayam bernapas lebih cepat, kadang terdengar suara ngorok ringan karena gangguan sistemik.
4. Penurunan Nafsu Makan
Kehilangan nafsu makan drastis yang diikuti oleh pertumbuhan yang kerdil atau terhambat.
Gejala pada Ayam Dewasa:
Ayam dewasa umumnya bertindak sebagai karier (tanpa gejala yang mencolok), namun produksi telur akan menurun drastis, daya penetasan telur memburuk, serta ukuran dan kualitas telur menurun. Pada beberapa kasus akut, dapat terjadi penurunan berat badan dan pembengkakan pada jengger atau pial.
D. Langkah Pengendalian dan Pengobatan
Hingga saat ini, penanganan pullorum berfokus pada pencegahan dan pengobatan suportif untuk menekan angka kematian, karena ayam yang sembuh sering kali tetap menjadi karier seumur hidup.
1. Pemberian Antibiotik dan Vitamin
Penggunaan antibiotik spesifik (seperti golongan sulfa, tetrasiklin, atau enrofloksasin) yang dikombinasikan dengan vitamin dan elektrolit dapat diberikan melalui air minum untuk menekan infeksi sekunder dan membantu pemulihan anak ayam yang sakit. Namun, perlu dicatat bahwa pengobatan tidak dapat mengeliminasi bakteri sepenuhnya dari tubuh ayam karier.
2. Culling (Pemusnahan Selektif)
Untuk ayam dewasa yang terbukti positif sebagai karier atau flok yang mengalami wabah parah dengan tingkat kesembuhan rendah, tindakan culling (pemisahan atau pemusnahan) sering kali dianjurkan untuk mencegah penyebaran lebih luas ke populasi sehat.
3. Pembersihan dan Desinfeksi Total
Kandang dan seluruh peralatan harus dibersihkan secara menyeluruh menggunakan desinfektan yang kuat (seperti formalin, senyawa iodin, atau amonium kuartener) untuk membasmi spora dan bakteri yang bertahan di lingkungan.
E. Strategi Pencegahan Jangka Panjang
Mengingat sulitnya menyembuhkan ayam karier secara total, pencegahan adalah kunci utama dalam manajemen peternakan sehat:
1) Biosekuriti Ketat
Batasi tamu keluar-masuk kandang, terapkan sanitasi kendaraan pengangkut, dan gunakan sistem all-in, all-out (masuk dan panen bersamaan) untuk memutus siklus penularan.
2) Pembelian Bibit Bersertifikat
Pastikan membeli DOC (Day Old Chick) atau telur tetas dari pembibit (breeding farm) yang bebas pullorum (Pullorum Free).
3) Manajemen Indukan yang Baik
Lakukan uji darah secara berkala pada ayam breeder untuk mendeteksi antibodi terhadap pullorum dan mengeliminasi ayam positif dari kelompok reproduksi.
4) Menjaga Kebersihan Lingkungan Kandang
Pastikan litter selalu kering, sirkulasi udara (ventilasi) optimal, dan kepadatan kandang sesuai agar ayam tidak stres yang dapat memicu kerentanan terhadap penyakit.