Perbedaan Putih Telur dan Albumin Putih Telur

Selasa, 24 Februari 2026 10:02 Podomoro Feedmill

Jika tujuan Anda adalah menjaga kesehatan tubuh dan membangun otot dengan biaya yang ekonomis, putih telur rebus adalah pilihan terbaik. Namun, jika Anda sedang berjuang

Banyak orang menganggap bahwa mengonsumsi putih telur rebus sama saja dengan mengonsumsi suplemen albumin. Meskipun keduanya berasal dari sumber yang sama, terdapat perbedaan signifikan dalam hal konsentrasi, fungsi medis, dan cara tubuh menyerapnya.

 

Memahami perbedaan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang sedang dalam masa pemulihan pasca-operasi atau ingin mengoptimalkan asupan nutrisi harian.

 

A. Apa Itu Putih Telur (Albumen)?

 

Putih telur adalah bagian bening dari telur yang terdiri dari sekitar 90% air dan 10% protein. Dalam dunia kuliner, putih telur dikenal sebagai sumber protein murni karena hampir tidak mengandung lemak maupun kolesterol. Secara alami, putih telur mengandung berbagai jenis protein, bukan hanya albumin. Protein utamanya adalah Ovalbumin, namun di dalamnya juga terdapat ovotransferrin, ovomucoid, dan lysozyme. Mengonsumsi putih telur dalam bentuk makanan utuh memberikan nutrisi yang seimbang untuk menjaga metabolisme tubuh sehari-hari.

 

B. Apa Itu Albumin Putih Telur (Ekstrak)?

 

Albumin putih telur yang sering ditemukan dalam bentuk kapsul atau bubuk adalah hasil ekstraksi murni. Melalui proses teknologi pangan, bagian protein albumin dipisahkan dari kandungan air dan protein lainnya, lalu dikonsentrasikan menjadi dosis yang lebih tinggi. Istilah albumin sendiri sebenarnya merujuk pada protein utama yang ada di dalam plasma darah manusia. Karena putih telur memiliki profil asam amino yang sangat mirip dengan albumin darah manusia, ekstrak putih telur menjadi pilihan utama dalam dunia medis untuk meningkatkan kadar protein darah secara cepat.

 

C. Perbedaan Utama dari Segi Fungsi dan Penggunaan

 

1. Konsentrasi Protein dan Dosis

 

Satu butir putih telur rebus rata-rata hanya mengandung sekitar 3 hingga 4 gram protein. Jika seorang pasien membutuhkan asupan protein tinggi untuk menutup luka besar, mereka mungkin harus mengonsumsi puluhan butir telur per hari. Sebaliknya, Albumin ekstrak dalam bentuk kapsul menawarkan konsentrasi yang jauh lebih padat, sehingga lebih praktis untuk mencapai target protein tertentu tanpa harus merasa kenyang berlebihan.

 

2. Kecepatan Penyerapan (Bioavailabilitas)

 

Putih telur rebus memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan karena harus dipecah dari bentuk padat. Sementara itu, suplemen albumin biasanya sudah diproses sedemikian rupa agar lebih mudah larut dan diserap oleh usus, sehingga nutrisinya lebih cepat sampai ke aliran darah untuk memulai perbaikan jaringan.

 

3. Tujuan Penggunaan

 

1) Putih Telur Utuh: Lebih cocok untuk konsumsi harian, menu diet bagi pegiat kebugaran (gym), atau sebagai sumber protein murah bagi masyarakat umum.

2) Albumin Ekstrak: Lebih diutamakan untuk kebutuhan klinis, seperti penyembuhan luka pasca-operasi, mengatasi pembengkakan tubuh (edema), atau bagi pasien penderita penyakit ginjal dan hati.

 

4. Efisiensi dan Kepraktisan

 

Memasak putih telur memerlukan waktu dan persiapan. Selain itu, beberapa orang mungkin merasa mual jika harus mengonsumsi telur dalam jumlah banyak setiap hari. Albumin dalam bentuk suplemen menawarkan solusi bagi mereka yang memiliki nafsu makan rendah namun membutuhkan dukungan nutrisi yang kuat.

 

Jadi Mana Yang Harus Dipilih?

 

Jika tujuan Anda adalah menjaga kesehatan tubuh dan membangun otot dengan biaya yang ekonomis, putih telur rebus adalah pilihan terbaik. Namun, jika Anda sedang berjuang mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam, atau memiliki kondisi medis yang menyebabkan kadar protein darah turun, Albumin Putih Telur dalam bentuk suplemen adalah pilihan yang jauh lebih efektif dan terukur.