Faktor Penyebab CRD dan CRD Kompleks

Jumat, 07 Agustus 2026 09:08 Podomoro Feedmill

Chronic Respiratory Disease (CRD) adalah penyakit pernapasan pada ayam yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Penyakit ini dapat menyerang ayam di semua

Chronic Respiratory Disease (CRD) Kompleks merupakan salah satu penyakit pernapasan yang paling sering menyerang ayam broiler maupun ayam petelur. Penyakit ini tidak hanya mengganggu kesehatan ayam, tetapi juga menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi telur menurun, hingga meningkatkan angka kematian. Jika tidak segera ditangani, CRD Kompleks dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak.

 

 

A. Penyebab Penyakit CRD dan CRD Kompleks

 

Chronic Respiratory Disease (CRD) adalah penyakit pernapasan pada ayam yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Penyakit ini dapat menyerang ayam di semua umur dan berkembang secara perlahan, sehingga sering sulit disembuhkan jika terlambat ditangani. Infeksi CRD membuat saluran pernapasan ayam menjadi lemah sehingga bakteri lain, seperti Escherichia coli (E. coli), lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi lanjutan.

 

Jika kedua bakteri tersebut menyerang secara bersamaan, kondisi ini disebut CRD Kompleks. CRD Kompleks umumnya lebih berbahaya karena dapat menurunkan pertumbuhan, produksi, dan kesehatan ayam secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kandang, menerapkan biosekuriti, dan melakukan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerugian pada usaha peternakan.

 

B. Gejala Klinis dan Perubahan Patologi Anatomi CRD

 

1. Gejala Klinis CRD dan CRD Kompleks

 

Gejala CRD biasanya muncul sekitar 6–21 hari setelah ayam terinfeksi. Pada awal penyakit, beberapa ayam mungkin belum menunjukkan tanda yang jelas. Seiring berkembangnya infeksi, ayam akan mulai ngorok, mengeluarkan lendir dari hidung, mengalami sesak napas, serta mata bengkak dan berair akibat peradangan. Nafsu makan menurun sehingga pertumbuhan ayam terhambat dan bobot badan tidak mencapai standar. Pada ayam petelur, produksi telur juga akan menurun.

 

Apabila infeksi CRD disertai bakteri Escherichia coli (E. coli) atau dikenal sebagai CRD Kompleks, gejalanya menjadi lebih berat. Ayam terlihat lemas, menggigil, bobot badan terus menurun, serta lebih sering bergerombol di dekat pemanas. Efisiensi penggunaan pakan juga menurun sehingga nilai FCR meningkat. Pada kondisi ini, angka kematian dapat mencapai 10–20%, sedangkan CRD tanpa komplikasi umumnya memiliki tingkat kematian yang rendah.

 

2. Perubahan Patologi Anatomi

 

Pada pemeriksaan organ, ayam yang terserang CRD biasanya menunjukkan rongga hidung yang dipenuhi lendir, bahkan pada kasus yang sudah lama lendir dapat berubah menjadi kental berwarna kekuningan. Kantung udara tampak keruh atau mengalami peradangan (airsacculitis) yang merupakan salah satu ciri khas penyakit CRD. Selain itu, dapat ditemukan peradangan pada laring dan trakea.

 

Pada kasus CRD Kompleks, infeksi dapat menyebar ke organ lain sehingga menyebabkan peradangan pada jantung (perikarditis), hati (perihepatitis), kantung udara, dan saluran reproduksi. Beberapa ayam juga mengalami diare berwarna hijau atau putih kekuningan. Pada ayam muda, gejala yang sering terlihat adalah tubuh lemah, sayap terkulai, dan pertumbuhan terganggu. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berakhir dengan kematian.

 

C. Pencegahan CRD pada Ayam

 

Penyakit CRD (Chronic Respiratory Disease) dapat menyerang ayam di setiap fase pemeliharaan. Namun, risiko penyakit ini dapat dikurangi dengan menerapkan manajemen kandang yang baik dan menjaga kesehatan ayam sejak awal. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

 

1. Gunakan DOC Berkualitas

 

Pilih DOC (Day Old Chick) yang sehat, aktif, dan memiliki bobot sesuai standar. DOC yang berkualitas lebih tahan terhadap serangan penyakit, termasuk CRD. Selain itu, pastikan proses brooding berjalan dengan baik karena fase ini sangat menentukan kesehatan ayam di masa berikutnya.

 

2. Jaga Kondisi Litter Tetap Kering

 

Litter yang basah dan kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit. Oleh karena itu, lakukan pembalikan litter secara rutin dan segera ganti bagian litter yang basah atau menggumpal, terutama saat musim hujan.

 

3. Atur Ventilasi Kandang

 

Pastikan sirkulasi udara di dalam kandang berjalan dengan baik agar kadar amonia, debu, dan gas berbahaya tidak menumpuk. Pada kandang open house, pengaturan tirai juga perlu diperhatikan agar ayam tidak terkena angin langsung atau tampias air hujan.

 

4. Kurangi Faktor Stres pada Ayam

 

Ayam yang mengalami stres lebih mudah terserang penyakit. Berikan pakan dan air minum yang cukup, jaga suhu kandang tetap nyaman, serta hindari kepadatan kandang yang berlebihan. Pemberian vitamin dan suplemen juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh ayam.

 

5. Terapkan Biosekuriti Secara Konsisten

 

Lakukan pembersihan dan desinfeksi kandang, peralatan, serta tempat minum secara rutin. Pastikan air minum selalu bersih dan bebas dari bakteri. Selain itu, batasi keluar masuk orang atau kendaraan ke area kandang agar risiko masuknya bibit penyakit dapat ditekan.

 

D. Pengobatan CRD dan CRD Kompleks

 

Pengobatan CRD dan CRD Kompleks sebaiknya dilakukan sesegera mungkin agar infeksi tidak semakin parah dan kerugian dapat diminimalkan. Antibiotik yang digunakan harus sesuai dengan anjuran dokter hewan atau petugas kesehatan hewan. Selain antibiotik, pemberian produk herbal juga dapat membantu mempercepat pemulihan dan menjaga kesehatan saluran pernapasan ayam.

 

Agar proses penyembuhan lebih optimal, lakukan beberapa langkah berikut:

 

1. Berikan pengobatan yang tepat

 

Gunakan antibiotik atau obat yang direkomendasikan untuk mengatasi infeksi Mycoplasma gallisepticum dan bakteri penyebab infeksi sekunder sesuai petunjuk penggunaan.

 

2. Tambahkan vitamin dan suplemen

 

Berikan multivitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, dan mempercepat proses pemulihan ayam.

 

3. Perbaiki manajemen kandang

 

Kurangi kepadatan kandang jika terlalu padat, atur ventilasi agar sirkulasi udara tetap baik, dan pastikan suhu kandang tetap nyaman sehingga ayam tidak mengalami stres.

 

4. Lakukan desinfeksi secara rutin

 

Semprotkan desinfektan pada kandang dan peralatan untuk membantu mengurangi jumlah bakteri di lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit ke ayam lainnya.

 

5. Terapkan biosekuriti yang ketat

 

Batasi keluar masuk orang dan kendaraan ke area kandang, jaga kebersihan peralatan, serta pastikan air minum dan pakan tetap higienis. Biosekuriti yang baik merupakan langkah paling efektif untuk mencegah CRD maupun CRD Kompleks kembali menyerang.

 

Dengan pengobatan yang tepat, didukung manajemen pemeliharaan yang baik dan biosekuriti yang konsisten, penyebaran CRD dapat dikendalikan sehingga kesehatan dan produktivitas ayam tetap terjaga.