Sabtu, 27 Juni 2026 08:06 Podomoro Feedmill
Ceker ayam sering kali menjadi bahan makanan yang memicu perdebatan. Sebagian orang sangat menggemarinya karena teksturnya yang kenyal dan gurih saat diolah menjadi sup, soto, atau hidangan pedas. Sebaliknya, sebagian lagi menghindarinya karena bentuknya yang kurang menarik atau dianggap tidak memiliki nilai gizi.

Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, ceker ayam menyimpan berbagai kandungan nutrisi penting yang berdampak besar bagi kebugaran dan metabolisme tubuh. Manfaat utama dari bagian ayam ini berasal dari tingginya kadar kolagen, gelatin, serta mineral esensial yang terkandung di dalam jaringan kulit, tendon, dan tulang mudanya.
A. Manfaat Ceker Ayam
Berikut adalah 8 manfaat ceker ayam untuk kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui:
1. Menjaga Membran Jaringan dan Kesehatan Kulit
Lebih dari 70% kandungan protein pada ceker ayam merupakan kolagen. Kolagen adalah protein struktural utama yang berfungsi menjaga elastisitas, hidrasi, dan kepadatan kulit. Konsumsi kolagen alami secara rutin dari ceker ayam dapat membantu mempercepat proses regenerasi sel kulit, mengurangi risiko kulit kering, serta menyamarkan garis-halus atau kerutan tanda penuaan dini.
2. Mendukung Kelenturan dan Kesehatan Sendi
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan menurun, yang dapat menyebabkan sendi terasa kaku dan nyeri. Ceker ayam kaya akan kolagen, kondroitin sulfat, dan glukosamin, senyawa yang sangat penting untuk menyusun tulang rawan dan menjaga pelumasan pada sendi. Mengonsumsi ceker ayam dapat membantu meredakan gejala radang sendi (osteoarthritis) dan menjaga persendian tetap lentur saat bergerak.
3. Mencegah Keropos Tulang (Osteoporosis)
Selain kalsium, tulang membutuhkan matriks kolagen yang kuat agar tidak mudah rapuh. Jaringan ikat dan sumsum di dalam ceker ayam mengandung mineral esensial seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan tembaga. Sinergi antara kolagen dan mineral ini membantu meningkatkan kepadatan tulang, memperkokoh struktur rangka tubuh, serta menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis di masa tua.
4. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Kandungan protein dan kolagen yang melimpah pada ceker ayam memiliki peran krusial dalam fase pemulihan jaringan tubuh yang rusak. Ketika tubuh mengalami luka baik akibat tergores maupun pasca operasi, kolagen bertindak sebagai komponen utama untuk membentuk jaringan baru (epitelisasi) dan menutup luka secara lebih cepat. Ditambah dengan kandungan zink (zinc), ceker ayam turut mendukung sistem imun dalam menangani infeksi pada area luka.
5. Menyehatkan Saluran Pencernaan
Saat ceker ayam direbus dalam waktu lama (misalnya diolah menjadi kaldu tulang atau bone broth), jaringan ikatnya akan menghasilkan gelatin. Gelatin sangat baik untuk kesehatan lambung dan usus karena mampu mengikat cairan di saluran pencernaan, membantu melapisi dinding usus yang meradang (leaky gut syndrome), serta memperlancar proses penyerapan nutrisi makanan.
6. Meningkatkan Massa Otot dan Metabolisme
Meskipun sering dianggap hanya berisi kulit dan tulang, ceker ayam menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk sintesis protein otot. Senyawa kolagen di dalamnya juga berperan sebagai sumber asam amino glisin dan prolin yang membantu memelihara massa otot tubuh. Dikombinasikan dengan olahraga rutin, konsumsi ceker ayam dapat mendukung metabolisme energi dan menjaga kekuatan otot.
7. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Beberapa penelitian skala laboratorium menunjukkan bahwa protein esensial di dalam ceker ayam mampu merangsang produksi Glucagon-like peptide-1 (GLP-1), yaitu hormon yang memicu sekresi insulin. Dengan mengonsumsi kaldu atau hidangan ceker tanpa tambahan gula dan minyak berlebih, sensitivitas insulin dapat terjaga dengan lebih baik, sehingga membantu mengontrol fluktuasi kadar gula darah dalam tubuh.
8. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Kolagen tidak hanya membangun kulit dan tulang, tetapi juga merupakan komponen penyusun struktur pembuluh darah arteri. Kolagen yang terpenuhi dengan baik membantu menjaga dinding pembuluh darah tetap fleksibel, kuat, dan elastis. Hal ini penting untuk melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh sekaligus meminimalkan risiko terjadinya penyumbatan atau pengerasan arteri (aterosklerosis) yang memicu penyakit jantung.
B. Tips Penting untuk Konsumsi Sehat
Untuk mendapatkan manfaat optimal di atas, perhatikan cara pengolahan ceker ayam. Bersihkan ceker dengan membuang lapisan kulit luar kuningnya dan potong kukunya secara total. Hindari mengolah ceker dengan cara digoreng deep-fry atau dimasak dengan santan kental yang berlebihan, karena dapat melonjakkan kadar lemak jenuh dan kolesterol yang justru merugikan kesehatan jantung. Olahan terbaik adalah dengan merebusnya menjadi sup bening atau kaldu murni.